![]() |
| Relawan Tangguh Jadi Pilar Ketahanan Bencana |
Mengusung tema "Relawan Tangguh, Siap Melayani dan Mengabdi untuk Negeri", apel tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara LDII, BPBD Kabupaten Karanganyar, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya siaga bencana.
"Relawan tangguh merupakan pilar sinergi antara BPBD dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat yang terlatih dan memiliki semangat pengabdian," ujar Prof. Sutrima.
Ratusan relawan dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Karanganyar mengikuti apel tersebut. Mereka terdiri atas Tim Tanggap Bencana, Tim Medis, Komunikasi, Logistik, Evakuasi, hingga Dapur Umum. Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan kesiapan organisasi dalam mendukung operasi kemanusiaan secara terpadu.
Menurut Prof. Sutrima, menjadi relawan bukan sekadar menjalankan aktivitas sosial, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan yang membutuhkan kompetensi, integritas, kedisiplinan, dan keikhlasan.
![]() |
| Relawan Tangguh Jadi Pilar Ketahanan Bencana |
"Relawan harus memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter yang kuat agar kehadirannya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat saat terjadi bencana," katanya.
Ia menjelaskan, LDII secara berkelanjutan membina kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, peningkatan kompetensi, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan organisasi terhadap program pemerintah, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Prof. Sutrima menilai tantangan kebencanaan semakin kompleks seiring perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi. Karena itu, kesiapan relawan dengan kemampuan komunikasi, evakuasi, pelayanan kesehatan, serta manajemen logistik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo, S.IP., M.M. mengapresiasi kiprah Relawan LDII yang selama ini aktif dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi modal besar untuk mempercepat respons saat kondisi darurat sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Selain menjadi ajang konsolidasi, apel besar juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, dan mekanisme koordinasi lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja relawan sehingga dapat bergerak cepat, tepat, dan terukur ketika bencana terjadi.
Bagi LDII Kabupaten Karanganyar, pembinaan relawan merupakan investasi sosial jangka panjang. Organisasi terus menanamkan nilai Tanggap, Peduli, Solid, dan Siap Mengabdi melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi kebencanaan, pelayanan kesehatan, bakti sosial, hingga pendampingan masyarakat di wilayah terdampak.
Melalui apel besar ini, Prof. Sutrima berharap semangat gotong royong terus tumbuh sehingga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat mampu berjalan beriringan membangun ketahanan bencana. Dengan demikian, relawan yang profesional, adaptif, dan berintegritas akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam melindungi masyarakat. (Ghoni)


0 Komentar