![]() |
| Cek Proteksi Kebakaran, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Damkar |
Pengecekan tak sekadar memastikan keberadaan APAR. Kondisi, kelayakan, penempatan, hingga kesiapan sistem proteksi kebakaran di sejumlah area sekolah turut menjadi perhatian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno memimpin langsung pemeriksaan tersebut. Satu per satu APAR yang tersebar di lingkungan sekolah dicek untuk memastikan peralatan dapat berfungsi optimal ketika dibutuhkan.
“Ruangan yang memiliki potensi bahaya kebakaran perlu dilengkapi APAR sesuai tingkat risikonya. Kondisinya juga harus laik pakai dan tidak melewati masa kedaluwarsa,” terang Bambang.
Secara umum, APAR yang tersedia di SMKN 2 Ponorogo masih tergolong baru. Namun, pemeriksaan menemukan media pemadam pada beberapa tabung mengalami penggumpalan. Kondisi itu perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pemeliharaan agar fungsi APAR tetap optimal.
Selain kondisi peralatan, penempatan APAR juga menjadi perhatian. Peralatan harus berada di lokasi yang mudah terlihat dan dijangkau serta tidak terhalang benda lain.
Area dengan aktivitas penggunaan sumber panas mendapat perhatian khusus. Salah satunya dapur atau bengkel Kuliner SMKN 2 Ponorogo.
Bambang menyarankan agar aspek proteksi kebakaran masuk dalam perencanaan setiap pengembangan bangunan sekolah. Sistem deteksi dan alarm kebakaran maupun sprinkler otomatis dapat dipertimbangkan sesuai karakteristik bangunan dan hasil kajian teknis.
![]() |
| Cek Proteksi Kebakaran, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Damkar |
Kepadatan bangunan juga perlu menjadi pertimbangan. Pada bangunan dengan tingkat risiko tertentu, sistem hidran gedung dapat dipertimbangkan dengan dukungan ground tank sebagai cadangan air, pompa pemadam kebakaran, serta selang pemadam sesuai kebutuhan teknis.
Jalur evakuasi tak luput dari perhatian. Jalur tersebut harus jelas, mudah dikenali, bebas hambatan, dan mengarahkan warga sekolah menuju titik kumpul ketika terjadi keadaan darurat.
Risiko penggunaan LPG di area dapur juga menjadi catatan. Pengelolaan tabung dan instalasi LPG harus dilakukan secara aman. Termasuk memastikan jarak antara sumber gas dengan sumber penyalaan (ignition source) serta menempatkan tabung pada lokasi yang memiliki ventilasi memadai.
Bambang mengatakan, inspeksi tersebut merupakan bagian dari upaya Damkar Ponorogo melakukan edukasi, mitigasi, dan pencegahan kebakaran di lingkungan pendidikan.
“Kami memberikan edukasi dan pengarahan agar sarana proteksi kebakaran dapat dipastikan kondisinya dan ditempatkan secara tepat. Yang tidak kalah penting adalah kesiapsiagaan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto menyambut baik inspeksi dan edukasi tersebut. Menurutnya, pendampingan Damkar memberikan pemahaman tambahan bagi sekolah dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
![]() |
| Cek Proteksi Kebakaran, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Damkar |
“Terima kasih atas kehadiran Damkar Ponorogo yang telah memberikan edukasi dan pengarahan. Ini sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan sekolah,” kata Suryanto.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan di SMKN 2 Ponorogo. Sebab, menghadapi risiko kebakaran tidak cukup hanya dengan menyediakan alat pemadam. Kesiapan sarana, sistem proteksi, jalur evakuasi, serta pemahaman seluruh warga sekolah menjadi satu kesatuan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap terhadap keadaan darurat. (red)



0 Komentar