Segading Bersholawat, Warga Tumpah Ruah Peringati Maulid Nabi

Segading Bersholawat, Warga Tumpah Ruah Peringati Maulid Nabi
Ponorogo, mitrapolrinews.com - Suasana religius sekaligus meriah terasa di Lapangan Lingkungan Segading, Kelurahan Pakunden, Ponorogo, Rabu malam (16/9). Ratusan warga dan masyarakat umum memadati lokasi untuk mengikuti Segading Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan yang diprakarsai Karang Taruna Panji Gading tersebut menjadi ruang berkumpul warga sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Antusiasme terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga dari Lingkungan Segading, Pakunden, hingga masyarakat sekitar datang mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Tidak hanya warga yang meramaikan kegiatan. Geliat ekonomi juga terlihat di sepanjang Jalan Anjani, Ponorogo. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak dan menjajakan beragam dagangan. Kerumunan jamaah pun ikut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali penampilan hadrah yang mengiringi lantunan sholawat. Suasana semakin semarak ketika jamaah bersama-sama melantunkan sholawat dan mengikuti kajian keagamaan.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Ponorogo, Lurah Pakunden, serta tamu undangan lainnya.

Segading Bersholawat juga dimeriahkan oleh Gus Fuad dan Gus Farhan Li Ulil Albab. Penampilan Hadrah Biajmala Dzikro dan Anjani Al Habsyi turut menghidupkan suasana malam peringatan Maulid Nabi.

Dalam tausiyahnya, Gus Fuad menyampaikan sejumlah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya meningkatkan semangat mengaji dan menuntut ilmu.

Menurutnya, setiap langkah seseorang dalam mencari ilmu dapat bernilai pahala. Karena itu, masyarakat diajak tidak berhenti belajar dan terus mendekat kepada para ulama sebagai pewaris ilmu para nabi.

"Ulama adalah pewaris nabi. Maka kita harus mendekat kepada ulama. Insyaallah, kita akan ketularan kebaikannya," pesan Gus Fuad dalam kajiannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menempatkan adab dalam proses menuntut ilmu. Ilmu yang dimiliki, kata dia, perlu dibarengi dengan akhlak dan adab agar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Peringatan Maulid Nabi melalui Segading Bersholawat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat kebersamaan warga, sekaligus menghidupkan kegiatan positif di tengah masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa agenda keagamaan juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. (red)

 

0 Komentar