Sanitasi Aman untuk Kesehatan Warga, Program Sanitasi Terpadu Djarum Bangun Jamban Kedap di Wuryorejo

Sanitasi Aman untuk Kesehatan Warga, Program Sanitasi Terpadu Djarum Bangun Jamban Kedap di Wuryorejo
Wonogiri, mitrapolrinews.com - Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui lingkungan yang bersih dan sanitasi yang aman terus digencarkan. Salah satunya melalui pembangunan jamban kedap yang menjadi bagian dari Program Sanitasi Terpadu Djarum Tahun 2026.

Pembangunan jamban kedap perdana dalam program tersebut dimulai di rumah Sukimin, warga Kampung Blimbing RT 02 RW 08, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Kepala Kelurahan Wuryorejo, Theresia Sri Sundari W., S.Pd., M.M., beserta jajaran, KSM Sugih Waras Wuryorejo, KSM Migunani Giriwono, Ketua RW 08 Blimbing, Ketua RT 01 dan RT 02 RW 08 Blimbing Wuryorejo, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, serta penerima manfaat program.

Sebelum pembangunan dimulai, kegiatan diawali sambutan Plt Kepala Kelurahan Wuryorejo, Theresia Sri Sundari W. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Sanitasi Terpadu Djarum yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat."Siang ini kita menghadiri pembangunan jamban kedap Program Sanitasi Terpadu Djarum Tahun 2026. Terima kasih kepada PT Djarum yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat di lingkungan Kelurahan Wuryorejo. Program ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung kesehatan lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Program Fasilitator Program Sanitasi Terpadu Djarum, Sony Suharsono, menjelaskan bahwa pembangunan jamban kedap dilakukan melalui proses pengusulan dan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

"Pembangunan jamban kedap ini kita mulai dari rumah Bapak Sukimin di Kampung Blimbing, Kelurahan Wuryorejo. Setiap program diawali dengan usulan dari masyarakat, kemudian dilakukan verifikasi untuk menentukan kelayakan penerima bantuan," jelas Sony.

Ia menambahkan, Program Sanitasi Terpadu Djarum Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Wonogiri dilaksanakan di sejumlah kelurahan dan desa. Untuk Kecamatan Wonogiri, program tersebut mencakup Kelurahan Giripurwo, Giriwono, dan Wuryorejo. Sementara di Kecamatan Ngadirojo, program dilaksanakan di Desa Kerjo Lor.

Menurut Sony, pembangunan jamban kedap menjadi bagian penting dalam mewujudkan sanitasi aman. Tangki septik yang memenuhi standar harus memiliki konstruksi kedap, sehingga limbah tinja tidak merembes ke tanah dan mencemari sumber air di sekitarnya.

"Sanitasi yang aman harus kedap, kemudian ketika sudah penuh harus disedot dan diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja atau IPLT. Jika tangki septik tidak pernah disedot dan mengalami kebocoran, limbah berpotensi mencemari sumur maupun sumber air lainnya," terangnya.

Selain meningkatkan akses sanitasi aman, program tersebut juga diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap air minum yang aman melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR) PDAM.

Sony berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting yang salah satu faktor risikonya berkaitan dengan buruknya sanitasi dan kualitas air.

"Harapan kami, pembangunan jamban kedap dan pemasangan SR PDAM ini dapat meningkatkan akses sanitasi aman dan air minum aman bagi warga Kelurahan Wuryorejo. Dengan lingkungan yang lebih sehat, diharapkan turut mendukung upaya mengurangi risiko stunting," ujarnya.

Ia juga mengingatkan penerima manfaat agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Dalam kurun waktu sekitar tiga hingga lima tahun, tangki septik diperkirakan perlu dilakukan penyedotan sesuai kondisi dan kapasitasnya. Limbah tersebut selanjutnya harus diolah melalui IPLT yang berada di Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo.

"Sanitasi aman membutuhkan penampungan yang kedap dan pengelolaan limbah yang benar. Karena itu, penerima manfaat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat fasilitas dan melakukan penyedotan secara berkala sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KSM Sugih Waras Wuryorejo, Fitriyani, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapat amanah selama tiga tahun untuk mendampingi pelaksanaan program sanitasi di wilayah Wuryorejo.

Ia mengatakan, sejak 2024 hingga 2026, program tersebut telah membantu pembangunan sebanyak 73 unit jamban kedap dan 64 Sambungan Rumah (SR) PDAM. Khusus tahun 2026, Kelurahan Wuryorejo mendapatkan alokasi pembangunan 34 unit jamban kedap dan 12 pemasangan SR PDAM.

"Hari ini kita mengawali pengecoran jamban kedap. Kami berharap seluruh pihak, termasuk Ketua RT 01 RW 08 Blimbing, dapat terus memberikan dukungan dan kerja sama agar pembangunan berjalan lancar. Kepada penerima manfaat, kami juga berpesan agar fasilitas ini dirawat dan kewajiban pembayaran sesuai ketentuan tetap dilaksanakan untuk mendukung keberlanjutan layanan," ungkap Fitriyani.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jamban kedap. Tumpeng dipotong oleh Ketua KSM Sugih Waras Wuryorejo, Fitriyani, kemudian diserahkan kepada Plt Kepala Kelurahan Wuryorejo, Theresia Sri Sundari W.

Program tersebut menjadi salah satu langkah kolaboratif dalam mendorong peningkatan kualitas sanitasi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan jamban kedap diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas sanitasi yang layak, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, melindungi sumber air, dan mewujudkan pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.  (Titindrajat). 

0 Komentar