![]() |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi 132 GTK Lewat Diklat AI dan Deep Learning, Siapkan SDM Vokasi Unggul Hadapi Era Digital |
Ponorogo, mitrapolrinews.com – Transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya menuntut perubahan metode pembelajaran, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, SMK Negeri 2 Ponorogo menggelar Diklat Optimalisasi Deep Learning dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Pelayanan Prima sebagai Budaya Kerja bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK), Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Ponorogo tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat kompetensi pendidik sekaligus membangun budaya kerja profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan berkualitas di era digital.
Diklat dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Maskun, S.Pd., M.M., Koordinator Pengawas SMK Sumarwan, S.T., M.MT., Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Denianto, S.H., Pengawas Sekolah Dr. Mujiono, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Dr. Syarifan Nurjan, M.A., serta jajaran manajemen sekolah.
Sebanyak 132 guru dan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua kelompok. Para guru mendapatkan materi Optimalisasi Deep Learning dengan Pemanfaatan AI untuk Mewujudkan Merdeka Belajar, sedangkan tenaga kependidikan mengikuti pelatihan Pelayanan Prima sebagai Budaya Kerja guna memperkuat kualitas layanan kepada peserta didik dan masyarakat.
![]() |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi 132 GTK Lewat Diklat AI dan Deep Learning, Siapkan SDM Vokasi Unggul Hadapi Era Digital |
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo Suryanto, M.Pd. menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
"Terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Saya berharap seluruh bapak dan ibu dapat mengikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diperoleh benar-benar dapat diimplementasikan dalam pembelajaran maupun pelayanan kepada peserta didik," ujarnya.
Menurut Suryanto, penguasaan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar proses pembelajaran semakin efektif, kreatif, dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi.
Ketua Komite SMK Negeri 2 Ponorogo Dr. Syarifan Nurjan, M.A. menyebut pendekatan deep learning kini menjadi salah satu arah kebijakan penting dalam pengembangan pendidikan nasional. Ia mengapresiasi langkah sekolah yang mulai mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis kompetensi sesuai karakter pendidikan vokasi.
"Deep learning saat ini menjadi pembahasan yang sangat penting di dunia pendidikan. Kami bangga sekolah ini mulai menerapkannya. Harapan kami, lulusan SMK Negeri 2 Ponorogo benar-benar memiliki kompetensi yang menjadi keunggulan sesuai bidangnya sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan," katanya.
Ia menambahkan, komite sekolah akan terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas guru karena diyakini berdampak langsung terhadap mutu pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Maskun, S.Pd., M.M. memberikan apresiasi terhadap iklim kerja kondusif yang selama ini terbangun di SMK Negeri 2 Ponorogo.
Menurutnya, budaya kerja yang harmonis merupakan modal utama dalam membangun sekolah unggul sekaligus menciptakan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.
"Selama saya bertugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Alhamdulillah SMK Negeri 2 Ponorogo hampir tidak pernah menghadapi persoalan yang berarti. Kondisi yang kondusif seperti ini harus terus dijaga melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan seluruh warga sekolah," ungkapnya.
Maskun juga mengingatkan bahwa guru harus terus meningkatkan kompetensi, menghasilkan inovasi pembelajaran, serta mampu mengikuti dinamika kurikulum dan perkembangan teknologi.
"Guru dituntut terus bertumbuh, berinovasi, dan menghasilkan karya yang berdampak. Semangatnya adalah guru bertumbuh, murid berdampak. Tujuan akhirnya adalah perubahan karakter peserta didik sekaligus peningkatan kompetensinya," tegasnya.
Ia turut menekankan pentingnya budaya pelayanan prima kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
"Kita harus bekerja dengan cerdas, tuntas, dan ikhlas. Guru dan tenaga kependidikan adalah teladan yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Karena itu, berikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan," tambahnya.
![]() |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi 132 GTK Lewat Diklat AI dan Deep Learning, Siapkan SDM Vokasi Unggul Hadapi Era Digital |
Pada sesi utama, Pengawas Sekolah Dr. Mujiono, S.Pd., M.Pd. memberikan pelatihan mengenai optimalisasi deep learning berbasis Artificial Intelligence. Para guru memperoleh pendampingan pemanfaatan berbagai platform AI, seperti Gemini dan beragam perangkat AI lainnya untuk menyusun modul ajar, perangkat pembelajaran, bahan ajar, asesmen, hingga meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat implementasi pembelajaran mendalam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah sebagai kompetensi utama abad ke-21.
Melalui penyelenggaraan diklat ini, SMK Negeri 2 Ponorogo kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap transformasi digital. Penguatan kompetensi guru melalui pemanfaatan Artificial Intelligence yang dipadukan dengan budaya pelayanan prima menjadi strategi nyata untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas serta mencetak lulusan unggul, berkarakter, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja maupun menghadapi tantangan perkembangan teknologi global.(red)



0 Komentar