Kajian Ahad Masjid Al-Falah Sukoharjo: Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan Ajak Jamaah Menjadikan Allah Satu-Satunya Tempat Bergantung

Kajian Ahad Masjid Al-Falah Sukoharjo: Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan Ajak Jamaah Menjadikan Allah Satu-Satunya Tempat Bergantung
Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Semangat memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan terus tumbuh di tengah masyarakat melalui kegiatan Kajian Ahad rutin yang digelar di Masjid Al-Falah. Pada Ahad ketiga bulan Juli 2026, ratusan jamaah mengikuti kajian yang menghadirkan Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan dengan tema “Allah SWT Tempat Bergantung”, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbaiki akhlak, serta menghadirkan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Mewakili panitia, Muh. Anis selaku Seksi Dakwah dan Pendidikan Masjid Al-Falah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan tersebut.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat dipertemukan dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini dalam keadaan sehat. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga setiap langkah kita menuju majelis ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya saat membuka acara.

Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan mengupas makna Asmaul Husna Ash-Shamad yang menjadi landasan pemahaman tauhid sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Ikhlas ayat 2, yakni “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”

Menurutnya, konsep Ash-Shamad menegaskan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tempat bergantung, tempat meminta pertolongan, dan Dzat yang paling dibutuhkan oleh seluruh makhluk.

“Tema ini mengajarkan tauhid yang murni, yaitu menyandarkan seluruh harapan, doa, dan kebutuhan hidup hanya kepada Allah SWT. Jangan sampai manusia menggantungkan ketergantungan mutlak kepada makhluk yang sifatnya terbatas dan fana,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Amiruddin menjelaskan beberapa poin penting, di antaranya pemahaman tentang konsep Ash-Shamad, hakikat ketergantungan manusia, serta keutamaan bersandar kepada Allah SWT dalam setiap urusan kehidupan.

Ia menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya diciptakan dalam keadaan penuh keterbatasan. Karena itu, menggantungkan harapan sepenuhnya kepada manusia, jabatan, maupun harta benda sering kali berujung pada kekecewaan.

“Ketika seseorang benar-benar bersandar kepada Allah, maka ia akan memperoleh ketenangan hati, keyakinan bahwa setiap doa didengar dan dikabulkan dengan cara terbaik, serta terhindar dari berbagai penyakit hati seperti dengki, iri, dan putus asa,” paparnya.

Kajian yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut mendapat antusiasme tinggi dari jamaah. Selain menjadi sarana menambah wawasan keislaman, kegiatan ini juga memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup kajiannya, Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan kembali mengingatkan pentingnya memahami dan menghayati firman Allah dalam Surah Al-Ikhlas ayat 2 sebagai fondasi kehidupan seorang muslim.

"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu." Melalui pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan semakin kokoh dalam keimanan dan senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai tempat bergantung dalam setiap keadaan. (Begug SW)

0 Komentar