![]() |
| Kajian Ahad Masjid Al-Falah Sukoharjo: Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan Ajak Jamaah Menjadikan Allah Satu-Satunya Tempat Bergantung |
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid
sekaligus sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbaiki akhlak, serta
menghadirkan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang
semakin kompleks.
Mewakili panitia, Muh. Anis selaku Seksi Dakwah dan
Pendidikan Masjid Al-Falah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya
kajian yang rutin dilaksanakan setiap bulan tersebut.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga kita dapat dipertemukan dalam majelis ilmu yang penuh
keberkahan ini dalam keadaan sehat. Shalawat serta salam semoga senantiasa
tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga setiap langkah kita menuju majelis
ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya saat membuka acara.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan
mengupas makna Asmaul Husna Ash-Shamad yang menjadi landasan pemahaman tauhid
sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Ikhlas ayat 2, yakni “Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.”
Menurutnya, konsep Ash-Shamad menegaskan bahwa Allah SWT
adalah satu-satunya tempat bergantung, tempat meminta pertolongan, dan Dzat
yang paling dibutuhkan oleh seluruh makhluk.
“Tema ini mengajarkan tauhid yang murni, yaitu
menyandarkan seluruh harapan, doa, dan kebutuhan hidup hanya kepada Allah SWT.
Jangan sampai manusia menggantungkan ketergantungan mutlak kepada makhluk yang
sifatnya terbatas dan fana,” jelasnya.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Amiruddin menjelaskan
beberapa poin penting, di antaranya pemahaman tentang konsep Ash-Shamad,
hakikat ketergantungan manusia, serta keutamaan bersandar kepada Allah SWT
dalam setiap urusan kehidupan.
Ia menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya diciptakan
dalam keadaan penuh keterbatasan. Karena itu, menggantungkan harapan sepenuhnya
kepada manusia, jabatan, maupun harta benda sering kali berujung pada
kekecewaan.
“Ketika seseorang benar-benar bersandar kepada Allah,
maka ia akan memperoleh ketenangan hati, keyakinan bahwa setiap doa didengar
dan dikabulkan dengan cara terbaik, serta terhindar dari berbagai penyakit hati
seperti dengki, iri, dan putus asa,” paparnya.
Kajian yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut
mendapat antusiasme tinggi dari jamaah. Selain menjadi sarana menambah wawasan
keislaman, kegiatan ini juga memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga serta
menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan
sehari-hari.
Menutup kajiannya, Ustadz H. Muhammad Amiruddin Ridwan
kembali mengingatkan pentingnya memahami dan menghayati firman Allah dalam
Surah Al-Ikhlas ayat 2 sebagai fondasi kehidupan seorang muslim.
"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu." Melalui pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan semakin
kokoh dalam keimanan dan senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai tempat
bergantung dalam setiap keadaan. (Begug SW)

0 Komentar