Berdoa dengan Tawadhu, Menjemput Ilmu, Rezeki Berkah, dan Amal yang Diterima: Kajian Masjid Al-Falah Menguatkan Karakter Umat

Berdoa dengan Tawadhu, Menjemput Ilmu, Rezeki Berkah, dan Amal yang Diterima: Kajian Masjid Al-Falah Menguatkan Karakter Umat
Sukoharjo, mitrapolrinews.com - Semangat menuntut ilmu dan memperkuat kualitas ibadah terus tumbuh di tengah masyarakat. Melalui Kajian Rabu Sore pekan kedua bulan Juli yang mengangkat tema "Berdoalah dengan Tawadhu", jamaah Masjid Al-Falah Madyorejo, Jetis, Sukoharjo, diajak memperdalam makna doa sebagai fondasi membangun kehidupan yang penuh keberkahan, Rabu (15/7/2026).

Kajian yang disampaikan Ustadz Drs. H. Suroto ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan keislaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, kerendahan hati, dan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Suroto mengupas doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima."

Menurutnya, doa tersebut merupakan rangkuman dari tiga pilar utama yang menjadi kunci keberhasilan seorang muslim, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Ilmu yang Menghadirkan Kerendahan Hati
Ustadz Suroto menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat bukan sekadar pengetahuan yang dihafal, tetapi ilmu yang diamalkan dan mampu mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

"Ilmu menjadi landasan setiap amal ibadah. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, tidak sombong, serta semakin banyak memberikan manfaat bagi sesama," tuturnya.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan menuntut ilmu bukanlah gelar ataupun kepandaian semata, melainkan sejauh mana ilmu tersebut membentuk akhlak dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

Rezeki Halal yang Membawa Keberkahan
Pada bagian kedua, Ustadz Suroto mengajak jamaah memahami hakikat rezeki yang baik. Menurutnya, keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari besarnya harta yang dimiliki, tetapi dari cara memperolehnya yang halal serta penggunaannya untuk kebaikan.

"Rezeki yang baik adalah rezeki yang membawa ketenangan, keberkahan, dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah serta memberi manfaat bagi orang lain," jelasnya.

Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya dinilai dari capaian materi, tetapi juga dari keberkahan yang menyertainya.

Amal Saleh yang Diterima Allah SWT
Dalam penutup kajian, Ustadz Suroto menegaskan pentingnya memohon agar setiap amal diterima oleh Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua syarat utama diterimanya amal, yaitu dilakukan dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah serta mutaba'ah, yakni sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

"Amal saleh adalah bekal terbaik yang akan dibawa menghadap Allah SWT. Karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa berdoa agar setiap amal yang dilakukan diterima di sisi-Nya," pesannya.

Menguatkan Karakter Umat Melalui Majelis Ilmu
Kajian rutin di Masjid Al-Falah Madyorejo menjadi bukti bahwa majelis ilmu memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta menguatkan semangat untuk terus belajar, beribadah, dan berbuat kebaikan.

Melalui tema "Berdoalah dengan Tawadhu", jamaah diajak menjadikan doa bukan sekadar lantunan lisan, tetapi sebagai penguat ikhtiar untuk terus menuntut ilmu yang bermanfaat, mencari rezeki yang halal dan berkah, serta memperbanyak amal saleh yang diterima Allah SWT.  (Begug SW)

0 Komentar