![]() |
| Donor Darah ke-21 Bang Japar Sukoharjo, 22 Kantong Darah Terkumpul |
Kegiatan yang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukoharjo itu berlangsung di rumah Seno, Palur Wetan, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Sebanyak 23 orang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor. Dari jumlah tersebut, 22 orang berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan satu peserta ditolak karena sedang mengonsumsi obat.
Dari 22 pendonor yang berhasil, darah yang terkumpul terdiri atas golongan A sebanyak enam orang, B dua orang, O sebelas orang, dan AB tiga orang.
Tokoh masyarakat Sukoharjo Begug SW mengatakan, donor darah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Bang Japar kepada masyarakat. Terutama bagi mereka yang membutuhkan tambahan darah karena sakit maupun kondisi darurat.
“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama. Setetes darah yang kita sumbangkan mudah-mudahan bisa membantu menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Ketua Bang Japar Komando Wilayah Sukoharjo Slamet Guteres melalui sekretaris sekaligus koordinator lapangan Rahman Adiyanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan darah. Lebih dari itu, donor darah diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan kepedulian sosial di kalangan anggota maupun masyarakat.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang tergerak secara sukarela untuk mendonorkan darahnya dan membantu mereka yang membutuhkan,” kata Rahman.
Pelaksanaan donor darah dilakukan oleh tim PMI Kabupaten Sukoharjo yang dipimpin Dokter Oxa. Selain pengurus dan anggota Bang Japar se-Komwil Sukoharjo, kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus Bang Japar Komcam Mojolaban, perwakilan Polsek dan Koramil Mojolaban, Rantip Kelurahan Palur, ketua RT/RW, serta warga sekitar.
Dewan Mojopolo Wawan juga hadir memberikan dukungan terhadap agenda bakti sosial yang rutin digelar Bang Japar Komwil Sukoharjo tersebut.
Total sekitar 75 orang hadir dalam kegiatan itu. Namun, tidak seluruhnya dapat mengikuti proses donor darah karena sejumlah alasan medis.
Selain dukungan masyarakat dan unsur kewilayahan, kegiatan sosial tersebut juga mendapat dukungan dari SCREAM (Social Creative Moslem) yang menyediakan kopi bagi peserta dan warga yang hadir. Bagi Begug SW, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial. Pria tersebut mengaku telah puluhan kali mendonorkan darahnya.
“Selama masih dinas, saya sudah sekitar 60 kali donor darah. Setelah pensiun, baru bisa melanjutkan dan sudah lima kali ikut donor bersama kegiatan Bang Japar,” ungkapnya.
Menurut Begug, kegiatan donor darah sekaligus menjadi ruang mempererat kebersamaan. Ia mengapresiasi kekompakan anggota Bang Japar dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Yang membuat senang, setiap ada kegiatan Bang Japar terlihat kompak. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut peduli,” pungkasnya. (Begug SW)

0 Komentar