Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri

Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri
Ponorogo, mitrapolrinews.com — Kemampuan teknis saja belum cukup untuk menghadapi dunia kerja. Siswa SMK juga dituntut mampu berkomunikasi, menjaga etika, disiplin, bekerja dalam tim, hingga beradaptasi dengan budaya industri.

Kebutuhan tersebut coba dijawab SMK Negeri 2 Ponorogo melalui program Guru Tamu dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang digelar sepanjang September 2026. Sejumlah praktisi dari berbagai sektor industri didatangkan ke sekolah untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing konsentrasi keahlian.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya SMKN 2 Ponorogo memperkuat keterkaitan pembelajaran sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Terlebih, siswa kelas XI akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan di dunia industri.

Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto, M.Pd. mengatakan, keterlibatan praktisi memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi siswa.

“Guru tamu dari industri menjadi bagian penting dalam pembelajaran vokasi. Siswa tidak hanya belajar konsep dan keterampilan di sekolah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dari praktisi yang setiap hari berkecimpung di dunia kerja,” ujarnya.

Menurut Suryanto, standar kompetensi di industri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Siswa juga perlu memahami budaya kerja, kedisiplinan, komunikasi, pelayanan, keselamatan kerja, hingga etika profesi.

“Harapannya, siswa lebih siap ketika memasuki lingkungan industri dan mampu beradaptasi dengan standar kerja yang berlaku,” imbuhnya.

Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri
Waka Humas SMKN 2 Ponorogo Tarmin, S.Kom. menambahkan, rangkaian guru tamu tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembekalan siswa sebelum melaksanakan PKL.

“Kegiatan ini menjadi jembatan antara sekolah dan dunia industri. Siswa mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi sehingga memiliki gambaran yang lebih nyata tentang standar kerja dan budaya industri. Apalagi sebentar lagi mereka akan melaksanakan PKL selama enam bulan,” jelasnya.

Pembekalan diberikan secara lintas konsentrasi keahlian. Pada konsentrasi Kecantikan, siswa mengikuti berbagai workshop bersama praktisi industri. Materinya antara lain perawatan kulit kepala dan rambut, pemangkasan dan pewarnaan, serta greeting, grooming, dan rias sehari-hari bersama CBD dan VIVA Cosmetic.

Materi lainnya berupa greeting, grooming, dan facial technology bersama Larisa, serta workshop rias pengantin dan rias panggung bersama NUFACE.

Sementara itu, siswa Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) mendapatkan materi Fiber Optik dan Budaya Kerja di Dunia Industri bersama Jinom. Pembekalan juga diperkuat dengan materi Pengenalan Fiber Optik serta K3LH bersama PT Restu Panca Alam.

Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri
Di konsentrasi Desain dan Produksi Busana (DPB), praktisi industri hadir membawa materi Inovasi Upcycling Teknik Origami Perca bersama Alaea Model Jogja. Siswa juga mendapatkan pelatihan pembuatan ecoprint bersama AB by Anton Subroto.

Pembelajaran berbasis industri turut diberikan kepada siswa Konsentrasi Kuliner melalui pelatihan Garnish dan Fruit Carving bersama Indonesia Fruit Carving (IFC).

Adapun siswa Perhotelan mendapat materi yang berkaitan langsung dengan operasional hotel. Solo Paragon Hotel memberikan pembekalan bertajuk Mastering The First Impression: Elevating Front Office Excellence.

Materi lain mencakup Manajemen Operasional dan Standar Kualitas Kerja Departemen Housekeeping bersama Premier Place Surabaya. Sementara Waringin Hospitality memberikan materi Penerapan Standar Operasional dan Etika Pelayanan di Departemen Food and Beverage Service.

Untuk konsentrasi Usaha Layanan Pariwisata (ULP), siswa mengikuti workshop Grooming and Greeting for Tourism Student bersama VIVA Cosmetic.

Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realitas dunia kerja. Siswa tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan praktisi yang memahami tuntutan dan dinamika industri.

Bagi siswa kelas XI, pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki tempat PKL. Mereka diharapkan tidak hanya membawa keterampilan teknis, tetapi juga memahami bagaimana berkomunikasi, bekerja dalam tim, menjaga etika profesi, menerapkan keselamatan kerja, serta mengikuti standar operasional yang berlaku di industri.

“Harapannya, ketika nanti masuk industri, anak-anak sudah memiliki bekal dasar yang cukup. Mereka tinggal mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan belajar dari pengalaman selama PKL,” pungkas Tarmin.

0 Komentar