Tak Sekadar Belajar di Kelas, Siswa SMKN 2 Ponorogo Ditempa di 68 Iduka

Tak Sekadar Belajar di Kelas, Siswa SMKN 2 Ponorogo Ditempa di 68 Iduka
Ponorogo, mitrapolrinews.com - Dunia kerja tidak cukup dikenalkan kepada siswa melalui teori di ruang kelas. Mereka perlu merasakan langsung bagaimana bekerja, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, hingga beradaptasi dengan ritme dan budaya industri.

Hal itu menjadi bagian dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Negeri 2 Ponorogo. Tahun ini, sekolah menggandeng 68 industri, dunia usaha, dan dunia kerja (Iduka) sebagai tempat belajar siswa.

PKL berlangsung selama satu semester, mulai 1 Oktober 2026 hingga 30 Maret 2027. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di satuan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Waka Kurikulum SMKN 2 Ponorogo Nur Cahyono, S.Kom., mengatakan PKL tidak semata-mata menjadi bagian dari pemenuhan pembelajaran. Lebih dari itu, siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan menerapkan kompetensi yang selama ini dipelajari di sekolah.

“PKL menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung di lingkungan kerja. Mereka tidak hanya menerapkan kompetensi yang diperoleh di sekolah, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, etika kerja, dan budaya industri,” ujarnya.

Menurut Nur, pengalaman berada di lingkungan kerja memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa dapat melihat secara langsung penerapan standar operasional, memahami alur pekerjaan, sekaligus belajar menghadapi tuntutan pekerjaan secara profesional.

“Banyak hal di dunia kerja yang tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di kelas. Karena itu, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi siswa,” tambahnya.

Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto, S.Pd., menegaskan kemitraan dengan Iduka menjadi salah satu langkah sekolah memperkuat link and match pendidikan vokasi dengan dunia kerja.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kemitraan dengan Iduka terus kami perkuat, termasuk melalui pelaksanaan PKL,” tegasnya.

Kerja sama tersebut sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami standar kompetensi dan budaya kerja yang berlaku di masing-masing bidang. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh siswa tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis.

Selama PKL, siswa juga dituntut membangun kemampuan nonteknis, seperti bekerja dalam tim, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, menjaga etika, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Dari sisi perlindungan, sekolah juga memberikan perhatian terhadap keselamatan siswa selama menjalani PKL. Peserta mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti kegiatan di lingkungan kerja.

Sebanyak 68 mitra PKL tersebut berasal dari berbagai sektor yang relevan dengan konsentrasi keahlian di SMKN 2 Ponorogo. Di antaranya bidang perhotelan, kuliner, kecantikan, tata busana, konveksi, jaringan dan teknologi informasi, hingga berbagai perusahaan dan usaha jasa.

Sejumlah mitra yang terlibat antara lain Adilla Salon, Amaris Hotel Ponorogo, Aston Madiun Hotel & Conference Centre, Avery Hotel & Waterpark Surabaya Tugu Pahlawan, Bos Net.Wifi PT Menaksopal Link Nusantara, Billa Bakery Ponorogo, CV Kencana Print, Ebra Garmen, Hasby Garment Manufacture, Hotel Vasa Surabaya, JSN Ponorogo, Larissa Madiun, Larissa Ponorogo, Luminor Hotel Jemursari, Maesa Hotel Ponorogo, Mercure Hotel Madiun, Novotel Solo, Pizza Hut Ponorogo, PT Data Buana Nusantara, PT Jaringan Lintas Utara, PT Jinom Ponorogo, PT Restu Panca Alam, The Phoenix Hotel Yogyakarta Handwritten Collection, UD Zidna Konveksi, Usana Bakery Ponorogo, dan Whusnet, serta sejumlah mitra lainnya.

Keragaman sektor tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih sesuai dengan kompetensi dan konsentrasi keahlian masing-masing.

Bagi sekolah, PKL menjadi salah satu tahapan penting dalam membangun kesiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja. Pengalaman yang diperoleh selama berada di Iduka diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan perjalanan setelah lulus, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun mengembangkan kompetensi ke jenjang berikutnya.

“Harapannya, anak-anak dapat mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah, disiplin, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan ke dunia kerja maupun mengembangkan diri setelah lulus,” pungkas Suryanto. (red)

0 Komentar