53 Mahasiswa Univet Bantara Turun ke Tujuh Desa, Fokus Cegah TBC

53 Mahasiswa Univet Bantara Turun ke Tujuh Desa, Fokus Cegah TBC
Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Upaya pencegahan tuberculosis (TBC) di Kabupaten Sukoharjo mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Sebanyak 53 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo diterjunkan ke tujuh desa di Kecamatan Bendosari.

Para mahasiswa tersebut melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 selama satu bulan, 1–31 Oktober 2026. Kegiatan mengusung tema “Intervensi Pencegahan TBC di Puskesmas Bendosari Kabupaten Sukoharjo.”

Humas Univet Bantara, Titik Haryanti, mengatakan Aula Puskesmas Bendosari menjadi titik temu sekaligus lokasi pembekalan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat, Kamis (1/10).

“PBL 2 dilaksanakan selama satu bulan. Mahasiswa akan berkolaborasi dengan Puskesmas Bendosari, pemerintah desa, bidan desa, serta masyarakat dalam melaksanakan intervensi pencegahan TBC,” kata Titik.

Sebanyak 53 mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok. Masing-masing kelompok ditempatkan di Desa Mojorejo, Sugihan, Cabeyan, Sidorejo, Gentan, Mertan, dan Toriyo.

Selama berada di lapangan, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari bidan desa. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan edukasi, tetapi juga menganalisis kondisi kesehatan masyarakat, merancang intervensi, hingga mengevaluasi hasil kegiatan.

Sebelum diterjunkan, mahasiswa mengikuti pembekalan selama tiga hari, 28–30 September 2026. Materi pembekalan disusun untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi kondisi nyata di masyarakat.

Pada hari pertama, Wartini menyampaikan materi sistematika penulisan laporan akhir PBL 2, etika lapangan, serta alur pembimbingan dan monitoring evaluasi. Sementara materi metode dan strategi promosi kesehatan disampaikan Farid Setyo Nugroho.

Hari kedua diisi materi analisis stakeholder, advokasi, teknik fasilitasi Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), penyusunan instrumen evaluasi intervensi, indikator keberhasilan, hingga teknik analisis efektivitas yang disampaikan Fiqi Nurbaya.

Sedangkan pada hari ketiga, dr. Nilam Hesty dari Puskesmas Bendosari memberikan pembekalan terkait penanggulangan TBC, implementasi program TBC, serta pencegahan dan pengendalian infeksi.

Kaprodi Kesehatan Masyarakat FKMIK Univet Bantara, Nur Ani, mengatakan PBL 2 merupakan kelanjutan dari PBL 1 yang telah dilaksanakan pada semester sebelumnya.

“Mahasiswa akan melakukan analisis situasi, menyusun perencanaan, melaksanakan intervensi, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa kesehatan masyarakat. Sebab, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan kesehatan dan menyusun solusi berdasarkan kondisi di lapangan.

Dekan FKMIK Univet Bantara, Prita Devy Igiany, berharap mahasiswa dapat memanfaatkan PBL 2 sebagai ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

“Kami menitipkan mahasiswa untuk dapat belajar dan mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama di bangku perkuliahan. Semoga kegiatan (Begug SW)

0 Komentar