PBL I Tuntas, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNIVET BANTARA Siap Lanjutkan Intervensi Berbasis Data

PBL I Tuntas, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNIVET BANTARA Siap Lanjutkan Intervensi Berbasis Data
Sukoharjo, mitrapolrinews.com  – Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET BANTARA) Sukoharjo secara resmi menarik 53 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat yang telah menyelesaikan Praktik Belajar Lapangan (PBL) I di wilayah kerja Puskesmas Bendosari, Senin (6/7/2026).

Prosesi penarikan mahasiswa berlangsung di Gedung H UNIVET BANTARA Sukoharjo dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Kepala Puskesmas Bendosari, enam kepala desa, enam bidan desa, dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat FKMIK UNIVET BANTARA, serta seluruh mahasiswa peserta PBL I.

Pelaksanaan PBL I menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengumpulan data, identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat, analisis situasi, hingga penyusunan rekomendasi yang akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi pada tahap berikutnya.

Kepala Puskesmas Bendosari, dr. Romdhon Nugroho, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, Praktik Belajar Lapangan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu secara langsung melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kolaborasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat bagi puskesmas dan masyarakat melalui berbagai hasil kajian yang telah dilakukan," ujarnya.

Mewakili Dekan FKMIK UNIVET BANTARA, Wakil Dekan Syefira Ayudya Johar menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Puskesmas Bendosari, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang belajar bagi mahasiswa selama pelaksanaan PBL I.

Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi lulusan kesehatan masyarakat agar mampu memahami kondisi riil di tengah masyarakat dan memberikan solusi berbasis kebutuhan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan PBL I masih terdapat kekurangan dalam sikap maupun perilaku mahasiswa. Seluruh pengalaman ini akan menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Indriani, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Dinas Kesehatan sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan PBL I.

Menurutnya, hasil identifikasi dan analisis yang dilakukan mahasiswa diharapkan mampu menjadi masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bendosari sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program kesehatan masyarakat yang lebih efektif.

"Kami berharap hasil kegiatan mahasiswa tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi dapat menjadi referensi dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ungkapnya.

Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, Titik Haryanti, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan penarikan mahasiswa juga diisi dengan penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa antara Kepala Puskesmas Bendosari dan Wakil Dekan FKMIK UNIVET BANTARA, penyerahan cendera mata kepada Puskesmas Bendosari, serta pengumuman pemenang lomba video dokumentasi PBL I.

Dalam kompetisi tersebut, Kelompok 3 berhasil meraih Juara I, disusul Kelompok 2 sebagai Juara II, dan Kelompok 7 sebagai Juara III. Kegiatan kemudian ditutup dengan presentasi hasil PBL I oleh masing-masing kelompok mahasiswa yang memaparkan temuan lapangan, analisis masalah kesehatan, serta rekomendasi intervensi berbasis data yang akan menjadi pijakan pelaksanaan PBL tahap selanjutnya.

Keberhasilan penyelenggaraan PBL I ini semakin mempertegas komitmen FKMIK UNIVET BANTARA dalam menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat terhadap persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kemitraan yang berkelanjutan bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, serta pemerintah desa, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program intervensi yang tepat sasaran berdasarkan data dan kebutuhan riil masyarakat.

Kolaborasi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan kesehatan tersebut menjadi wujud nyata penguatan pendidikan berbasis praktik sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo. (Begug SW)

0 Komentar