![]() |
| Belajar dari Masyarakat, 53 Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Jalani PBL I di Bendosari |
Kegiatan penerjunan yang berlangsung di Aula Puskesmas Bendosari, Rabu (3/6/2026), dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Anik Hastari, S.Kep., Kepala Puskesmas Bendosari dr. Romdhon Nugroho, Dekan FKMIK Univet Bantara Prita Devy Igiany, S.Kep., MPH., Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Nur Ani, SKM., M.KKK., dosen, tenaga kependidikan, serta para bidan desa dari wilayah Mojorejo, Sugihan, Cabeyan, Sidorejo, Gentan, Mertan, dan Toriyo.
Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKMIK Univet Bantara, Nur Ani, SKM., M.KKK, mengatakan Praktik Belajar Lapangan merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan yang memungkinkan mahasiswa memahami secara langsung sistem pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dan masyarakat.
Menurutnya, selama praktik mahasiswa tidak hanya mempelajari tata kelola organisasi dan manajemen puskesmas, tetapi juga melakukan analisis berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pengendalian Tuberkulosis (TBC), yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan nasional.
"Melalui kegiatan ini mahasiswa akan belajar mengenai tata laksana organisasi, manajemen puskesmas, pelayanan standar minimal, serta melakukan analisis masalah kesehatan masyarakat, khususnya terkait Tuberkulosis. Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi formalitas akademik, tetapi menjadi pengalaman belajar yang memperkuat kemampuan pengambilan data, komunikasi, etika profesi, dan interaksi langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga keselamatan dan kesehatan selama menjalankan kegiatan lapangan serta menjunjung tinggi etika profesi sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat.
Dekan FKMIK Univet Bantara, Prita Devy Igiany, S.Kep., MPH, menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Bendosari yang telah menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan praktik lapangan mahasiswa.
Menurutnya, pembelajaran berbasis lapangan menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Bendosari yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lapangan. Pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berharga dalam memahami berbagai persoalan kesehatan masyarakat sekaligus mempelajari upaya penanganannya secara nyata," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FKMIK Univet Bantara secara simbolis menyerahkan 53 mahasiswa kepada pihak Puskesmas Bendosari untuk melaksanakan PBL I sekaligus menitipkan mereka kepada para bidan desa yang akan mendampingi selama kegiatan di wilayah binaan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bendosari, dr. Romdhon Nugroho, menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap praktik lapangan dapat memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mendapat ridha Allah SWT, serta memberikan manfaat bagi mahasiswa, puskesmas, dan masyarakat. Semoga seluruh tujuan pembelajaran dalam PBL I dapat tercapai secara optimal," tuturnya.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Anik Hastari, S.Kep., menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor selama mahasiswa menjalani praktik lapangan.
Ia meminta mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah desa, maupun seluruh pemangku kepentingan di wilayah kerja Puskesmas Bendosari.
"Lakukan pendekatan yang komprehensif dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif. Jagalah nama baik almamater serta tunjukkan dedikasi yang tinggi selama menjalankan tugas di masyarakat," pesannya.
Anik juga berharap Puskesmas Bendosari bersama seluruh tenaga kesehatan dapat memberikan pendampingan yang optimal sehingga proses pembelajaran mahasiswa berlangsung secara maksimal.
Melalui Praktik Belajar Lapangan I, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di kampus dengan kondisi riil di masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan analisis masalah kesehatan, kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran untuk mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama tim, hingga penyusunan rekomendasi program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dengan mengusung semangat belajar sekaligus pengabdian, kehadiran mahasiswa FKMIK Univet Bantara di Kecamatan Bendosari diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat. (Begug SW)

0 Komentar