Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Masjid Al-Falah yang berlokasi di kawasan Madyorejo, Jetis, Sukoharjo, kembali menggelar kajian rutin ba'da Maghrib hingga Isya pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diikuti jamaah dari berbagai kalangan tersebut bertujuan untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta mempererat tali silaturahmi antarumat Islam.
Kajian Rutin Masjid Al-Falah Sukoharjo Bahas Makna Menolong Allah dan Bukti Keimanan Seorang Muslim
Dalam kajian kali ini, Ustadz Drs. H. Suroto menyampaikan materi bertema "Menolong Allah" yang diambil dari firman Allah SWT dalam Surah Muhammad ayat 7:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Ustadz H. Suroto menjelaskan bahwa makna menolong Allah bukan berarti Allah membutuhkan pertolongan dari manusia. Sebagai Tuhan Yang Maha Sempurna, Allah SWT tidak memiliki kebutuhan terhadap makhluk-Nya.
"Menolong Allah yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah menolong agama Allah, bukan menolong Allah secara zat-Nya. Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan bantuan siapa pun," jelasnya.
Ia menerangkan bahwa bentuk menolong agama Allah dapat diwujudkan dalam berbagai cara, antara lain membela syariat Islam dengan ilmu dan akhlak yang baik, menegakkan perintah-perintah Allah seperti shalat dan zakat, mendukung dakwah Rasulullah SAW, serta membantu kaum muslimin yang mengalami kesulitan atau kezaliman.
"Ketika kita membantu sesama orang beriman dan membela kebenaran, sejatinya kita sedang menolong agama Allah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz H. Suroto juga mengutip firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 8 yang menegaskan bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji, sehingga tidak membutuhkan pertolongan makhluk-Nya.
Menurutnya, penggunaan istilah "menolong Allah" merupakan bentuk penghormatan Allah kepada hamba-Nya agar mereka memperoleh kemuliaan melalui perjuangan di jalan agama.
Ia menambahkan bahwa Allah juga telah menjamin kemenangan Islam sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 33. Namun demikian, Allah memberikan ujian kepada manusia untuk melihat siapa yang bersedia berjuang dan menjadi bagian dari golongan yang memperoleh kemenangan tersebut.
"Agama Allah tidak membutuhkan kita agar tetap eksis. Justru kita yang membutuhkan kesempatan untuk menolong agama Allah agar memperoleh keselamatan dan kemuliaan di dunia maupun akhirat," tegasnya.
Lebih lanjut, Ustadz H. Suroto menjelaskan bahwa perintah menolong agama Allah ditujukan kepada orang-orang beriman karena mereka memiliki rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Selain itu, orang beriman memiliki modal berupa keimanan yang menjadi landasan dalam menjalankan berbagai perintah agama.
Ia juga mengingatkan bahwa keimanan bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan harus dibuktikan melalui pengorbanan dan amal nyata sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 2.
"Ujian keimanan adalah sejauh mana seseorang mau berkorban untuk agama Allah. Iman harus dibuktikan dengan tindakan, bukan hanya ucapan," katanya.
Di akhir kajian, Ustadz H. Suroto mengajak jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan dakwah serta kemaslahatan umat. Menurutnya, setiap pengorbanan yang dilakukan di jalan Allah akan mendapatkan balasan terbaik sebagaimana janji Allah dalam Surah At-Taubah ayat 111 tentang ganjaran surga bagi orang-orang beriman.
Kajian rutin Rabu sore tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana menambah ilmu, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. (Begug SW)
0 Komentar