Kajian Keislaman di Sukoharjo Perkuat Keimanan dan Akhlak melalui Dzikrullah

Kajian Keislaman di Sukoharjo Perkuat Keimanan dan Akhlak melalui Dzikrullah
SUKOHARJO, mitrapolrinews.com  – Upaya memperdalam ilmu agama, memperkuat keimanan, serta memperbaiki akhlak terus dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan. Salah satunya melalui kajian Islam yang diselenggarakan di Sukoharjo pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting untuk memperoleh ketenangan jiwa sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Drs. H. Suroto menyampaikan kajian bertema “Dzikrullah: Kunci Meraih Ketenangan dan Keberkahan Hidup”. Menurutnya, dzikrullah merupakan amalan ibadah untuk menyucikan, mengagungkan, dan senantiasa mengingat Allah SWT.

“Dzikir adalah benteng dari tipu daya setan sekaligus terapi psikiatrik yang mampu menyeimbangkan emosi. Dzikir menyelaraskan lisan dan hati, mendatangkan ketenangan jiwa, serta membuka pintu keberkahan dalam kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dzikir dan istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya. Melalui dzikir, umat Islam diajak untuk selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT dalam berbagai keadaan. Amalan tersebut menjadi kunci berbagai kebaikan, membersihkan hati, serta menjadi penawar kegelisahan yang dirasakan manusia.

Ustadz Suroto juga mengingatkan pentingnya menjalankan perintah Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat Al-Ahzab ayat 41 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk banyak berdzikir kepada Allah SWT.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa mengingat Allah secara menyeluruh mencakup empat dimensi utama. Pertama, mengingat dan menjalankan seluruh perintah Allah, seperti melaksanakan salat fardu tepat waktu, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, berhaji bagi yang mampu, berbakti kepada orang tua, serta menjaga silaturahmi.

Kedua, mengingat larangan-larangan Allah dengan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan, seperti syirik, zina, mencuri, membunuh tanpa hak, mengonsumsi makanan haram, serta menjauhi minuman keras.

Ketiga, mengingat berbagai amalan yang dicintai Allah SWT, di antaranya bertaubat, berbuat ihsan kepada sesama, bersabar saat menghadapi ujian, dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan.

Keempat, mengingat perbuatan yang dibenci Allah agar dapat dihindari, seperti berlaku zalim, sombong, membuat kerusakan di muka bumi, melakukan ghibah, menyebarkan fitnah dan berita bohong, serta bersikap kikir dan boros.

Menurutnya, hakikat dzikir tidak hanya sebatas ucapan lisan, melainkan penghayatan hati yang mendalam dalam mengingat dan mengagungkan kebesaran Allah SWT.

“Dzikir yang sesungguhnya adalah hadirnya hati saat mengingat Allah, sehingga mampu membentuk pribadi yang lebih taat, tenang, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Melalui kegiatan kajian keagamaan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi sarana menambah wawasan keislaman, kegiatan tersebut juga memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan antarjamaah. (Begug SW)

0 Komentar