![]() |
| PD Salimah Sukoharjo Wisuda 17 Lansia, Wujudkan Lansia Sehat, Bahagia dan Tetap Semangat Belajar |
Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti menyampaikan bahwa kelas Salsa merupakan program pembinaan lansia pertama yang dijalankan sekaligus menjadi angkatan pertama yang mengikuti prosesi wisuda. Kegiatan dikemas dalam agenda rihlah dan wisuda yang berlangsung di Rumah Makan Watergong, Klaten.
“Para lansia bersama pengurus menuju lokasi menggunakan Sepur Kelinci, sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan dan penuh antusiasme,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan senam bersama dan outbound sebagai sarana membangun suasana ceria, sehat, dan bahagia bagi para lansia. Memasuki acara formal, prosesi wisuda dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan lansia, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat saat Wakil Ketua PD Salimah Sukoharjo, Weni Kurniawati membacakan Surat Keputusan Kelulusan sekaligus memimpin pelantikan wisudawati lansia. Para peserta menerima medali dan sertifikat sebagai tanda kelulusan dalam kelas Salsa.
Suasana haru dan penuh semangat semakin terasa ketika para lansia menyanyikan Mars Lansia bersama-sama. Ketua panitia, Septini Mingki turut menyampaikan laporan kegiatan, dilanjutkan pemberian penghargaan kepada lansia teraktif, yakni Suprih Ambar.
Dalam testimoninya, Suprih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya program Salsa yang dinilai sangat bermanfaat bagi para lansia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Salimah yang sudah mengadakan kelas Salsa untuk kami para lansia. Kelas ini sangat bermanfaat dan harapan ke depan bisa terus berlanjut dan berjalan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Titik Haryanti memberikan apresiasi atas semangat para lansia yang aktif mengikuti berbagai kelas pembinaan. Menurutnya, kelompok Salsa “Ngudi Waras” Gayamsari menjadi angkatan wisuda pertama yang menginspirasi.
“Ibu-ibu yang hebat dan menginspirasi, wisuda hari ini bukan sekadar menerima sertifikat atau kalung wisuda. Tetapi menjadi bukti bahwa belajar bukan hanya milik usia muda. Semangat menuntut ilmu tetap bisa menyala meskipun usia terus bertambah,” tuturnya.
Senada dengan hal itu, penasihat Posyandu “Ngudi Waras” Gayamsari, Shodiqul Amin menyampaikan bahwa program Salsa menjadi bagian dari syiar dan kepedulian Salimah terhadap kesejahteraan lansia.
Menurutnya, melalui program tersebut, Salimah menghadirkan ruang belajar sekaligus fasilitas pendampingan agar para lansia tetap aktif, sehat, mandiri, dan bahagia sesuai slogan “Salimah bersama Lansia agar Lansia Sehat, Bahagia dan Mandiri”.
Kegiatan wisuda Salsa ini menjadi bukti nyata bahwa proses belajar dapat berlangsung sepanjang hayat, sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan berdaya di tengah masyarakat. (Begug SW)

0 Komentar