![]() |
| Unik dan Kreatif, Rumah Berbentuk Bus di Wonogiri Jadi Sorotan Publik |
Pemilik rumah, Supardi (43), mengatakan ide pembangunan hunian unik ini berangkat dari keinginannya memiliki rumah yang berbeda dari kebanyakan. Bersama sang istri, Wisna Mulyani, dan dua anak mereka, konsep tersebut direalisasikan secara bertahap.
Sehari-hari, Supardi bekerja sebagai kontraktor proyek yang melayani jasa perencanaan gambar, penyusunan RAB, hingga pelaksanaan pembangunan. Pengalaman merantau dan bekerja di Jakarta membuatnya akrab dengan transportasi bus, khususnya PO Agra Mas yang kerap digunakannya.
“Karena sering naik bus Agra Mas saat ke Jakarta, saya jadi terinspirasi membuat rumah dengan bentuk seperti itu,” ujarnya.
![]() |
| Unik dan Kreatif, Rumah Berbentuk Bus di Wonogiri Jadi Sorotan Publik |
Pembangunan dimulai pada Februari 2026 menjelang Ramadan dan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Namun, pengerjaan sementara terhenti akibat keterbatasan dana, dengan total biaya yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp125 juta. Seluruh konsep dan desain diketahui dirancang secara mandiri oleh Supardi.
Ia mengakui, tantangan utama dalam proses pembangunan terdapat pada bagian pintu yang dirancang menyerupai pintu otomatis bus.
“Yang cukup menantang itu pintunya, karena ingin dibuat seperti pintu bus yang bisa terbuka dan tertutup dengan tombol,” jelasnya.
Keunikan rumah ini tak hanya tampak dari sisi luar. Bagian interior dirancang menyerupai kabin bus, lengkap dengan setir, kursi pengemudi, hingga plafon khas kendaraan. Meski demikian, tata ruang tetap disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, bahkan sebagian area direncanakan sebagai ruang berkumpul warga, mengingat Supardi juga menjabat sebagai ketua RT.
Kehadiran rumah ini kini viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas. Warga sekitar yang awalnya skeptis kini justru memberikan dukungan.
“Sekarang banyak yang senang, bahkan mendukung karena jadi sesuatu yang unik di desa,” ungkapnya.
Hunian ini juga terbuka untuk umum dan berpotensi menjadi destinasi wisata lokal maupun spot foto bagi pengunjung serta kreator konten. Supardi berharap karyanya dapat menjadi ikon baru bagi wilayah Jatipurno hingga Wonogiri.
“Saya ingin ini jadi sesuatu yang bermanfaat, bisa menarik orang datang dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, mengapresiasi inovasi yang dilakukan warganya.
“Inovasi seperti ini mampu menarik perhatian publik dan meningkatkan antusiasme masyarakat. Yang terpenting, aspek keamanan bangunan tetap diperhatikan,” ujarnya.
Keberadaan rumah berbentuk bus ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat mampu melahirkan karya unik yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.


0 Komentar