Kajian Rutin Angkat Tema “Sabar dan Shalat”, Jamaah Masjid Al-Falah Kian Antusias

Kajian Rutin Angkat Tema “Sabar dan Shalat”, Jamaah Masjid Al-Falah Kian Antusias
Sukoharjo, mitrapolrinews.com - Kajian rutin yang digelar setiap Rabu sore ba’da Magrib di Masjid Al-Falah, Madyorejo RT 01 RW 07, Jetis, Sukoharjo, kembali dilaksanakan dengan mengangkat tema “Sabar dan Shalat”. Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustadz Drs. H. Suroto dan diikuti oleh jamaah dari lingkungan sekitar, Rabu (15/04/26).

Ketua Takmir Masjid Al-Falah, Ir. H. Rudy Setyohadi, menyampaikan bahwa kajian rutin ini kembali berjalan pasca bulan Ramadhan dan kini telah memasuki pertemuan kedua. Ia mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya antusiasme jamaah yang hadir.

“Alhamdulillah, setelah Ramadhan kajian kembali berjalan dan jamaah semakin antusias, tidak hanya dari lingkungan setempat tetapi juga dari wilayah sekitar. InsyaAllah kegiatan ini akan terus rutin dilaksanakan setiap Rabu ba’da Magrib,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Suroto menekankan pentingnya sabar dan shalat sebagai dua kunci utama dalam meraih pertolongan Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 45 dan 153, yang menegaskan perintah untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Allah sudah memberikan resep sejak 14 abad lalu, sederhana namun mendalam, yaitu sabar dan shalat. Ketika menghadapi masalah, hendaknya kita tidak lari ke hal-hal duniawi terlebih dahulu, tetapi kembali kepada Allah melalui shalat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sabar dan shalat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sabar disebut lebih dahulu karena menjadi fondasi dalam menjalankan shalat dengan khusyuk, sementara shalat menjadi penguat dan penopang kesabaran.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Suroto memaparkan tiga jenis sabar, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi musibah. Menurutnya, shalat memiliki peran penting dalam ketiga aspek tersebut, baik sebagai latihan kedisiplinan, benteng dari perbuatan maksiat, maupun sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah saat menghadapi ujian.

“Shalat tanpa sabar hanya menjadi gerakan tanpa makna, sementara sabar tanpa shalat akan terasa hampa karena tidak memiliki tempat untuk mengadu,” pungkasnya.

Kajian rutin ini diharapkan terus menjadi sarana peningkatan keimanan dan kebersamaan umat di lingkungan Masjid Al-Falah. (Begug SW)

0 Komentar