![]() |
Ratusan Perkutut Ramaikan Lomba Suara Alam dalam Grebeg Suro 2025 Ponorogo |
Ajang ini menandai kali ke-15 keikutsertaan
lomba perkutut dalam rangkaian Grebeg Suro sejak pertama kali digelar pada
2004. Ketua panitia, Muhammad Agus Syarifudin, mengungkapkan antusiasme peserta
sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah, mulai
dari Jombang, Kediri, Tulungagung, hingga peserta luar pulau seperti dari
Tanjung Pinang, Riau.
“Kompetisi ini tak hanya soal suara, tetapi
juga erat kaitannya dengan nilai budaya dan tradisi. Dahulu, burung perkutut
merupakan peliharaan wajib di banyak rumah, layaknya keris,” tutur Agus. Ia
juga menambahkan bahwa hobi memelihara perkutut menyimpan potensi ekonomi dan
memperkuat jalinan komunitas.
Ahmad Suyudi, penanggung jawab teknis lomba,
menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama: suara
depan, suara tengah, suara ujung, irama, dan dasar suara. Setiap aspek dinilai
berdasarkan kejernihan, durasi suara, dan keindahan iramanya. “Burung dengan
suara stabil dan harmonis akan memperoleh nilai tertinggi,” jelasnya.
Lomba dimulai pukul 07.00 WIB dan dibagi dalam
tiga kategori: piyik junior (84 peserta), piyik bebas (42 peserta), dan piyik
hanging (84 peserta). Masing-masing kategori melahirkan 15 juara. Gelar juara
kategori piyik junior diraih peserta dari Blitar, piyik bebas dari Tanjung
Pinang, dan piyik hanging dimenangkan peserta dari Tulungagung.
“Melihat antusiasme ini, bisa disimpulkan
bahwa kompetisi perkutut di Ponorogo punya daya tarik nasional,” pungkas
Suyudi.
0 Komentar