Ponorogo, mitrapolrinews.com - Momen tak
terduga terjadi di trotoar Jalan Suromenggolo, Kelurahan Bangunsari,
Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jumat (28/3) siang. Seorang ibu muda bernama Rahma
Wati (21) mendadak melahirkan bayi laki-laki secara prematur di ruang terbuka.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga dan viral di media sosial.Viral! Ibu Muda Melahirkan di Trotoar Jalan Suromenggolo Ponorogo, Bayi Lahir Prematur di Usia Kandungan 8 Bulan
Kejadian bermula sekitar pukul 13.00
WIB, tak lama setelah salat Jumat. Rahma, yang saat itu tengah dibonceng
suaminya, Hari Santoso (23), mengeluhkan rasa sakit luar biasa di perut. Keduanya
awalnya hanya berniat mengunjungi rumah teman, namun di tengah perjalanan,
Rahma tiba-tiba meminta turun dan beristirahat di trotoar karena merasa lemas.
“Sebenarnya perkiraan lahir masih
satu bulan lagi, sekitar akhir April. Tapi tiba-tiba perutnya sakit sekali,
lalu tahu-tahu sudah melahirkan,” ungkap Hari saat ditemui Jumat sore.
Tanpa pertolongan medis yang
memadai, kondisi Rahma nyaris gawat. Namun keberuntungan berpihak, karena
seorang bidan yang kebetulan sedang melintas untuk membeli buah, segera sigap
memberikan bantuan. Warga sekitar pun turut membantu sebisa mungkin untuk
mendukung proses persalinan darurat tersebut.
Saksi mata, Ahmad Safii, membenarkan
kejadian tersebut. Ia yang kebetulan melintas usai salat Jumat, melihat
kerumunan warga dan segera mengetahui bahwa seorang ibu sedang melahirkan.
“Saya pulang Jumatan, ada ibu-ibu
minta tolong, katanya mau lahiran. Untung ada bidan lewat, akhirnya langsung
ditolong di tempat,” jelas Safii.
Saksi lainnya, Dian Anita Desi,
menyebutkan bahwa awalnya tidak menyadari sedang terjadi proses persalinan.
Namun begitu mendekat, ia melihat sang ibu sudah dalam kondisi melahirkan
dengan bantuan bidan dan warga.
“Bayinya kecil, mungkin prematur.
Ibunya sehat tapi lemas sekali setelah melahirkan. Dia juga bawa gendongan
anak, mungkin anak pertamanya masih kecil juga,” ujar Dian.
Setelah persalinan darurat selesai,
ibu dan bayi langsung dilarikan ke IGD RSUD dr. Harjono Ponorogo menggunakan
ambulans. Dokter Shifa Abdillah, yang menangani pasien, menjelaskan bahwa bayi
yang lahir adalah laki-laki dengan berat hanya 1,1 kg dan panjang 42 cm. Ia
lahir pada usia kehamilan 32 minggu, yang berarti masuk kategori prematur.
“Kondisinya masih sangat rentan.
Fungsi organ belum sepenuhnya sempurna dan berat badannya tergolong rendah.
Saat ini bayi sedang mendapatkan perawatan intensif di ruang inkubator, dan
kami terus memantau perkembangannya secara ketat,” terang dr. Shifa.
Sementara itu, kondisi ibu, Rahma
Wati, berangsur membaik setelah mendapat penanganan medis. Tim medis memastikan
bahwa meskipun proses persalinan berlangsung dalam kondisi darurat di trotoar,
baik ibu maupun bayi berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga dan tenaga
kesehatan.
Peristiwa ini tidak hanya mengundang keharuan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kesiapan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya bagi ibu hamil yang mendekati masa persalinan. Hingga berita ini diturunkan, Rahma masih dalam masa pemulihan, sementara bayi prematur terus mendapat pengawasan ketat di ruang perinatologi.
0 Komentar