Menag Nasaruddin Umar membagikan bibit pohon secara simbolis kepada peserta Car Free Day (CFD) Syiar Muharam 1447 Hijriah (Foto/Dok/Humas Kemenag)
Bibit pohon
diserahkan langsung oleh Menag kepada perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik
Indonesia (IPARI). Turut mendampingi Menag dalam kegiatan ini, Wakil Menteri
Agama Romo Muhammad Syafi’i, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, serta Dirjen Bimas
Islam Abu Rokhmad.
"Bibit ini
adalah simbol semangat kita untuk menghijaukan Indonesia. Hijau berarti segar,
hidup, bukan layu dan kuning," ujar Nasaruddin saat memberikan sambutan
sebelum melepas peserta CFD dari titik kumpul di depan Kantor Kementerian Agama
pukul 06.30 WIB.
Tema besar yang
diangkat dalam Syiar Muharam tahun ini adalah “Damai Bersama Manusia dan Alam.”
Menurut Menag, tema ini selaras dengan semangat ekoteologi yang tengah diusung
Kementerian Agama, termasuk melalui kurikulum cinta lingkungan dan gerakan damai
berbasis harmoni manusia dengan alam.
Sebagai bagian dari
realisasi konsep tersebut, Menag mengungkapkan rencana penilaian gedung
Kemenag, pesantren, dan masjid di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Amal
Bhakti Kemenag Januari mendatang. Penilaian itu akan difokuskan pada aspek
estetika, kebersihan, dan penghijauan.
"Kita ingin
tahu mana gedung Kemenag yang paling cantik, hijau, dan bersih. Begitu juga
pesantren dan masjid akan dinilai. Ini adalah bentuk nyata penerapan
ekoteologi," tegas Nasaruddin.
Kegiatan CFD ini
menjadi pembuka dari rangkaian program Peaceful
Muharam 1447 H yang akan berlangsung selama tiga pekan. Acara ini
melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk
penyuluh agama, majelis taklim, madrasah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah,
Kantor Urusan Agama, dan warga umum.
Rangkaian kegiatan
berikutnya mencakup beragam agenda, mulai dari Ngaji Budaya Tradisi Muharam Nusantara, Kick Off 1.000 Masjid Inklusif, Nikah Massal 100 Pasangan, hingga Seminar Ekoteologi dalam Tafsir Al-Qur’an.
Program ini juga akan menyasar kelompok muda lewat Peaceful Muharam bersama Gen Z serta kegiatan sosial
seperti Lebaran Yatim dan Difabel
dan Gerakan Pencatatan Nikah (Gas Nikah).
Dengan semangat kolaborasi antara manusia dan alam, Kemenag
berharap momentum Muharam ini dapat menjadi titik tolak gerakan kolektif untuk
membangun masyarakat yang religius, inklusif, dan ramah lingkungan.
Sumber : https://www.media24.id/
0 Komentar