Menag Nasaruddin Umar Bagikan Bibit Pohon Saat CFD Syiar Muharam 1447 H, Dorong Gerakan Hijaukan Indonesia

Menag Nasaruddin Umar membagikan bibit pohon secara simbolis kepada peserta Car Free Day (CFD) Syiar Muharam 1447 Hijriah (Foto/Dok/Humas Kemenag)

Jakarta, mitrapolrinews.com - Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu pagi (22/6/2025), berbeda dari biasanya. Ribuan peserta memadati ruas jalan untuk mengikuti kegiatan Syiar Muharam 1447 Hijriah yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan tersebut, Menag secara simbolis membagikan bibit pohon sebagai bagian dari kampanye penghijauan nasional.

Bibit pohon diserahkan langsung oleh Menag kepada perwakilan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI). Turut mendampingi Menag dalam kegiatan ini, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, serta Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.

"Bibit ini adalah simbol semangat kita untuk menghijaukan Indonesia. Hijau berarti segar, hidup, bukan layu dan kuning," ujar Nasaruddin saat memberikan sambutan sebelum melepas peserta CFD dari titik kumpul di depan Kantor Kementerian Agama pukul 06.30 WIB.

Tema besar yang diangkat dalam Syiar Muharam tahun ini adalah “Damai Bersama Manusia dan Alam.” Menurut Menag, tema ini selaras dengan semangat ekoteologi yang tengah diusung Kementerian Agama, termasuk melalui kurikulum cinta lingkungan dan gerakan damai berbasis harmoni manusia dengan alam.

Sebagai bagian dari realisasi konsep tersebut, Menag mengungkapkan rencana penilaian gedung Kemenag, pesantren, dan masjid di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag Januari mendatang. Penilaian itu akan difokuskan pada aspek estetika, kebersihan, dan penghijauan.

"Kita ingin tahu mana gedung Kemenag yang paling cantik, hijau, dan bersih. Begitu juga pesantren dan masjid akan dinilai. Ini adalah bentuk nyata penerapan ekoteologi," tegas Nasaruddin.

Kegiatan CFD ini menjadi pembuka dari rangkaian program Peaceful Muharam 1447 H yang akan berlangsung selama tiga pekan. Acara ini melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk penyuluh agama, majelis taklim, madrasah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah, Kantor Urusan Agama, dan warga umum.

Rangkaian kegiatan berikutnya mencakup beragam agenda, mulai dari Ngaji Budaya Tradisi Muharam Nusantara, Kick Off 1.000 Masjid Inklusif, Nikah Massal 100 Pasangan, hingga Seminar Ekoteologi dalam Tafsir Al-Qur’an. Program ini juga akan menyasar kelompok muda lewat Peaceful Muharam bersama Gen Z serta kegiatan sosial seperti Lebaran Yatim dan Difabel dan Gerakan Pencatatan Nikah (Gas Nikah).

Dengan semangat kolaborasi antara manusia dan alam, Kemenag berharap momentum Muharam ini dapat menjadi titik tolak gerakan kolektif untuk membangun masyarakat yang religius, inklusif, dan ramah lingkungan.


Sumber : https://www.media24.id/ 

 

0 Komentar