Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah di Ponorogo, Cegah Gejolak Harga Jelang Lebaran

Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah di Ponorogo, Cegah Gejolak Harga Jelang Lebaran (ft. ponorogo.go.id)
Ponorogo, mitrapolrinews.com - Menyikapi tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Idul Fitri, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar bazar sembako murah di depan Paseban Alun-Alun Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu (18/3/2025) hingga Kamis (19/3/2025), ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Bazar ini semangatnya adalah operasi pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran,” ujar Kepala Bank Jatim Cabang Ponorogo, Siti Herminingsih.

Sebanyak 600 paket sembako disediakan dalam kegiatan ini dengan harga lebih rendah dari pasaran. Setiap paket berisi 3 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng yang dapat ditebus hanya dengan Rp 60 ribu. Sebagai upaya menghindari antrean panjang, Bank Jatim telah membagikan voucher terlebih dahulu kepada masyarakat.

“Dengan membeli satu paket sembako ini, masyarakat dapat menghemat hingga Rp 15 ribu dibandingkan harga pasar,” tambah Siti Herminingsih.

Dia berharap langkah ini dapat membantu menekan inflasi yang sering kali dipicu oleh lonjakan harga bahan makanan menjelang hari raya. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng terjadi akibat tingginya permintaan di pasar.

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyambut baik inisiatif Bank Jatim dalam membantu masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia juga mengajak badan usaha dan perusahaan swasta lainnya untuk melakukan aksi serupa sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Perlu upaya nyata bersama dalam mengendalikan inflasi di daerah. Kami mengapresiasi langkah Bank Jatim yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita.

Pemkab Ponorogo sendiri telah menyiapkan berbagai strategi guna mengendalikan harga bahan pokok di pasaran. Salah satunya melalui peran aktif Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Agus Pramono. Bahkan, rencana pembangunan pasar sayur tengah dimatangkan untuk memastikan ketersediaan stok pangan lokal tetap terjaga.

Keanggotaan TPID Ponorogo melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat daerah, Kantor Bank Indonesia, Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Bulog, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurut Lisdyarita, BUMD juga berpotensi menjadi pemasok kebutuhan pasar guna mengendalikan harga barang pokok masyarakat.

“Keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. BUMD bisa mengambil peran strategis dalam memastikan suplai kebutuhan pangan tetap aman,” pungkasnya.

Dengan adanya bazar sembako murah ini, diharapkan masyarakat Ponorogo dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

0 Komentar