![]() |
| Para Santri Pondok Pesantren Citra Suhada di Gondang Sari, Jatisrono, sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan Jamu Tradisional, Jum'at (01/09/23) |
Jamu, bagi sebagian remaja, mungkin adalah sesuatu yang kurang dikenal. Namun, bagi sebagian lainnya, jamu adalah sebuah keajaiban yang tak ternilai. Jamu adalah warisan budaya Indonesia yang kaya, terdiri dari campuran bahan alami yang telah digunakan selama berabad-abad untuk tujuan kesehatan dan kesejahteraan. Bagi mereka yang memahami keunikan dan manfaat jamu, ini bukan sekadar minuman herbal biasa, melainkan sebuah penjaga kesehatan dan warisan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.
![]() |
| Hasil Produk Kemandirian Ponpes Citra Suhada Jatisrono |
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan para santri keterampilan yang akan membantu mereka hidup mandiri setelah lulus dari pesantren. Ini sejalan dengan program "Tri Sukses Pembinaan Remaja" yang digalakkan oleh LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), yang menekankan tiga aspek utama, yaitu kealiman, pengetahuan agama (faqih), akhlak mulia, dan kemandirian. Dengan demikian, para santri diharapkan tidak hanya menjadi pribadi yang kuat dalam aspek spiritual dan moral, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan dan berdiri dengan tegar di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang dinamis.
Menurut Ismail Marzuki, pengurus Pondok Citra Suhada di Gondang Sari, Jatisrono, jamu tradisional adalah salah satu kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan. Dia menyoroti kelimpahan bahan baku jamu tradisional yang dapat ditemukan di Wonogiri sebagai alasan utama bagi pondok pesantren ini untuk memberikan pelatihan semacam ini kepada para santri. Selain itu, tren yang terjadi di masyarakat saat ini yang lebih menghargai produk herbal menjadikan pembuatan jamu sebagai peluang bisnis yang menjanjikan di masa depan.
![]() |
| Para Santri Ponpes Citra Suhada Foto Bersama setelah mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan jamu tradisional, jumat (01/09/23) |
Pengurus Pondok Citra Suhada berharap bahwa melalui pelatihan ini, para santri akan menjadi generasi penerus yang profesional, berakhlak mulia, dan religius. Dengan keahlian membuat jamu tradisional yang mereka miliki, diharapkan mereka juga akan memiliki peluang untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan di masa depan, sambil ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia yang berharga, yaitu jamu tradisional.



0 Komentar