
Pasukan Display Bendera Dari kontingen desa
tempursari di dampingi Model Burung Garuda yang Gagah sebagai lambang negara Republik Indonesia (ft.
ist)
Dalam acara yang diselenggarakan
di Kecamatan Sidoharjo, Desa Tempursari menjadi salah satu peserta yang tampil
dengan tema "Bersatu dalam Keberagaman, Perkuat Persaudaraan, Untuk
Indonesia Maju." Kepala Desa Tempursari, Suti, S.Pd, mengungkapkan bahwa
tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam keragaman budaya Indonesia.
Dalam Pawai Kebudayaan ini pihaknya
melibatkan 596 peserta dan 23 pendamping dari Desa Tempursari, serta didukung
oleh 13 mobil sebagai sarana dalam pergelaran pawai. Tampilan pawai dari Desa
Tempursari memiliki beberapa segmen yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan
masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pasukan pertama membawa 17
Bendera Merah Putih, simbol Republik Indonesia yang gagah, dengan jumlah 17
sebagai penghormatan pada tanggal kemerdekaan RI. Pasukan Display menyuguhkan
iringan lagu "Hari Kemerdekaan" sebagai penghargaan kepada pahlawan,
dengan Lambang Burung Garuda dan barisan Kebudayaan Nusantara yang mencerminkan
kebhinekaan dalam NKRI.
Pasukan Kebudayaan Seni
Tradisional mengajak generasi muda untuk memelihara kebudayaan daerah,
sementara Pasukan Kerohanian menjunjung moral dan rohani sebagai kekuatan untuk
maju. Pasukan Pendidikan dan Teknologi menggambarkan perubahan yang menuju
Indonesia Maju melalui pendidikan. Pasukan Pembangunan menegaskan komitmen desa
Tempursari dalam memajukan pembangunan yang mandiri, sementara Pasukan
Kesehatan mengedepankan kesejahteraan masyarakat.
Pasukan Pertanian dan Perikanan
mewakili sumber daya alam dan kemakmuran desa, sementara Pasukan Pertahanan dan
Keamanan menjunjung harmoni sebagai kunci pencapaian semua tujuan, seiring
semangat Indonesia Maju. Dengan tampilan ini, Desa Tempursari mengimplementasikan
budaya dan semangat kebangsaan yang terus hidup dalam keberagaman.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah tampilan unik
dari rombongan pawai Desa Tempursari, yaitu seorang pria bernama Wiyatno yang
berperan sebagai model dalam kostum Burung Garuda. Wiyatno, seorang kaur
keuangan dari desa Tempursari, mengaku merasa sangat bangga dan terhormat atas
kesempatan ini. Bagi Wiyatno, menjadi model dalam kostum Burung Garuda bukan hanya
menjadi bentuk dukungan pada peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi wujud
kontribusinya dalam memeriahkan acara tersebut.
Sementara untuk rute pawai kebudayaan
kali ini dimulai dari Lapangan Lambau, melewati Jalan Sidoharjo menuju jalan
Ponorogo Wonogiri, hingga mencapai panggung kehormatan di depan Pasar Hewan
Sidoharjo untuk melakukan display dan tampilan kreatif. Peserta pawai terdiri
dari kontingen dari berbagai sekolah sekecamatan Sidoharjo, desa, dan
kelurahan, dengan total peserta sebanyak 18 kontingen.
Pawai Kebudayaan ini bukan hanya
merupakan perayaan semata, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat persatuan
dan kesatuan dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Desa Tempursari
Sidoarjo telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam
menyampaikan pesan-pesan penting melalui kreativitas budaya mereka.
0 Komentar