Desa Tempursari Sidoharjo Mencuri Perhatian dalam Pawai Kebudayaan HUT RI ke-78 di Kecamatan Sidoharjo

Pasukan Display Bendera Dari kontingen desa tempursari di dampingi Model Burung Garuda yang Gagah  sebagai lambang negara Republik Indonesia (ft. ist)

Wonogiri, mitrapolrinews.com - Desa Tempursari telah tampil luar biasa dalam Pawai Kebudayaan Kecamatan Sidoharjo yang digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, pada Minggu (20/08/23).  Pawai tersebut diselenggarakan sebagai sarana untuk memperkokoh rasa cinta tanah air, membangkitkan semangat nasionalisme, dan mengembangkan kreativitas seni budaya sebagai bentuk pengembangan estetika dan pembinaan mental spiritual.

Dalam acara yang diselenggarakan di Kecamatan Sidoharjo, Desa Tempursari menjadi salah satu peserta yang tampil dengan tema "Bersatu dalam Keberagaman, Perkuat Persaudaraan, Untuk Indonesia Maju." Kepala Desa Tempursari, Suti, S.Pd, mengungkapkan bahwa tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam keragaman budaya Indonesia.

Dalam Pawai Kebudayaan ini pihaknya melibatkan 596 peserta dan 23 pendamping dari Desa Tempursari, serta didukung oleh 13 mobil sebagai sarana dalam pergelaran pawai. Tampilan pawai dari Desa Tempursari memiliki beberapa segmen yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pasukan pertama membawa 17 Bendera Merah Putih, simbol Republik Indonesia yang gagah, dengan jumlah 17 sebagai penghormatan pada tanggal kemerdekaan RI. Pasukan Display menyuguhkan iringan lagu "Hari Kemerdekaan" sebagai penghargaan kepada pahlawan, dengan Lambang Burung Garuda dan barisan Kebudayaan Nusantara yang mencerminkan kebhinekaan dalam NKRI.

Pasukan Kebudayaan Seni Tradisional mengajak generasi muda untuk memelihara kebudayaan daerah, sementara Pasukan Kerohanian menjunjung moral dan rohani sebagai kekuatan untuk maju. Pasukan Pendidikan dan Teknologi menggambarkan perubahan yang menuju Indonesia Maju melalui pendidikan. Pasukan Pembangunan menegaskan komitmen desa Tempursari dalam memajukan pembangunan yang mandiri, sementara Pasukan Kesehatan mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

Pasukan Pertanian dan Perikanan mewakili sumber daya alam dan kemakmuran desa, sementara Pasukan Pertahanan dan Keamanan menjunjung harmoni sebagai kunci pencapaian semua tujuan, seiring semangat Indonesia Maju. Dengan tampilan ini, Desa Tempursari mengimplementasikan budaya dan semangat kebangsaan yang terus hidup dalam keberagaman.

Namun, yang paling menarik perhatian adalah tampilan unik dari rombongan pawai Desa Tempursari, yaitu seorang pria bernama Wiyatno yang berperan sebagai model dalam kostum Burung Garuda. Wiyatno, seorang kaur keuangan dari desa Tempursari, mengaku merasa sangat bangga dan terhormat atas kesempatan ini. Bagi Wiyatno, menjadi model dalam kostum Burung Garuda bukan hanya menjadi bentuk dukungan pada peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi wujud kontribusinya dalam memeriahkan acara tersebut.

Sementara untuk rute pawai kebudayaan kali ini dimulai dari Lapangan Lambau, melewati Jalan Sidoharjo menuju jalan Ponorogo Wonogiri, hingga mencapai panggung kehormatan di depan Pasar Hewan Sidoharjo untuk melakukan display dan tampilan kreatif. Peserta pawai terdiri dari kontingen dari berbagai sekolah sekecamatan Sidoharjo, desa, dan kelurahan, dengan total peserta sebanyak 18 kontingen.

Pawai Kebudayaan ini bukan hanya merupakan perayaan semata, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat persatuan dan kesatuan dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Desa Tempursari Sidoarjo telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam menyampaikan pesan-pesan penting melalui kreativitas budaya mereka.

0 Komentar