Tiga Desa di Kecamatan Jatipurno Berkomitmen untuk Mengembangkan Kakao sebagai Produk Unggulan

Prof. Sri Mulato berkunjung ke kebun kakao milik Meru Ristanto Ds. Kopen Jatipurno

Jatipurno, mitrapolrinews.com - Tiga desa di Kecamatan Jatipurno, yaitu Desa Kopen, Mangunharjo, dan Desa Giriyoso, telah berkomitmen untuk mengembangkan kakao sebagai produk unggulan mereka dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam sebuah langkah ambisius, para kepala desa, yaitu Samijo dari Desa Giriyoso, Sarto dari Desa Kopen, dan Karyadi dari Desa Mangunharjo, bersama-sama mendorong pengembangan kakao di wilayah mereka.

Menyadari pentingnya peran kakao dalam pembangunan desa mereka, para kepala desa tersebut telah berhasil mendatangkan seorang pakar kopi dan kakao terkemuka, Prof. Dr. Ir Sri Mulato, M.Sc., pada Selasa, 4 Juli 2023. Prof. Sri Mulato hadir bersama dengan perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan pendampingan kepada petani dan jajaran perangkat desa. Beliau berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang teknik bercocok tanam kakao yang optimal.

Prof. Sri Mulato membebrikan penjelasan berkaitan kakao kepada kepala desa dan masyarakat Jatipurno
Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah salah satu petani muda, Meru Ristanto, dari RT 02/13 Kopen Jatipurno, Prof. Sri Mulato mengingatkan petani tentang pentingnya meremajakan tanaman kakao yang sudah ada dan menggantinya dengan varietas unggul. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kakao yang tumbuh di kebun-kebun mereka. Selain itu, petani juga diarahkan untuk menerapkan prinsip-prinsip Good Agricultural Practices (GAP) yang berkelanjutan dalam pengelolaan kebun kakao mereka.

Potensi kakao di Kecamatan Jatipurno memang sangat menjanjikan. Dalam data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021, Provinsi Jawa Tengah menghasilkan sekitar 1.600,65 ton biji kakao, dengan Kabupaten Wonogiri menyumbang produksi terbesar sekitar 402 ton. Kecamatan Jatipurno, terutama Desa Kopen, Mangunharjo, dan Giriyoso, telah diidentifikasi sebagai wilayah potensial untuk pengembangan kakao di Kabupaten Wonogiri.

Meru Ristanto menyatakan bahwa potensi cokelat di Jatipurno sangat besar jika dikelola secara maksimal dan profesional. Dengan komitmen yang kuat dari kepala desa dan pendampingan dari pakar kakao, diharapkan dalam tiga tahun ke depan, produktivitas kakao di Kecamatan Jatipurno dapat meningkat dari 0,50 ton per hektar per tahun menjadi 1 ton per hektar per tahun.

Melalui upaya kolaboratif ini, Desa Giriyoso, Kopen, dan Mangunharjo berkomitmen untuk mengembangkan kakao sebagai produk unggulan mereka. Para kepala desa, Samijo, Sarto, dan Karyadi, secara bersama-sama berjanji untuk mendukung para petani dalam mewujudkan potensi kakao di wilayah mereka.

Dengan adanya dukungan dan bimbingan dari pakar kopi dan kakao, serta kesadaran akan potensi yang dimiliki oleh tanaman kakao, diharapkan desa-desa ini dapat mengoptimalkan pengembangan kakao sebagai produk unggulan. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi kepada petani dan masyarakat setempat, tetapi juga akan meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan desa secara keseluruhan.

Dengan adanya kolaborasi antara pakar, perwakilan pemerintah, kepala desa, dan petani, diharapkan pengembangan kakao di Desa Kopen, Mangunharjo, dan Giriyoso akan menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain di Kecamatan Jatipurno maupun di wilayah lainnya. Semoga melalui komitmen yang kuat dan langkah-langkah yang terencana dengan baik, potensi kakao di Kecamatan Jatipurno dapat benar-benar terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (tar-)

 

0 Komentar