Kajian Rutin Masjid Al-Falah Sukoharjo Bahas Ketaatan kepada Rasul sebagai Wujud Ketaatan kepada Allah

Kajian Rutin Masjid Al-Falah Sukoharjo Bahas Ketaatan kepada Rasul sebagai Wujud Ketaatan kepada Allah
SUKOHARJO, mitrapolrinews.com – Upaya meningkatkan pemahaman keislaman dan memperkuat akhlak umat terus dilakukan melalui kegiatan kajian rutin Ahad malam yang diselenggarakan di Masjid Al-Falah, Jalan Semeru No. 13B, Kampung Madyorejo RT 01 RW 07, Jetis, Sukoharjo. Pada Ahad kedua bulan Juni, (7/6/2026), kajian mengangkat tema “Ketaatan kepada Rasul sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah”.

Kegiatan yang berlangsung dari ba’da Magrib hingga Isya tersebut dihadiri jamaah dari lingkungan sekitar yang antusias mengikuti pembahasan keislaman yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yusuf dari Pondok Al Ukhuwah Joho, Sukoharjo.

Kajian diawali dengan sambutan Muh Anis yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga dapat menghadiri majelis ilmu dalam suasana penuh keberkahan.

“Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Semoga majelis ilmu ini membawa manfaat dan menambah keimanan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muh Anis juga menginformasikan bahwa Masjid Al-Falah akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Tabligh Akbar FKTM Zona 5 pada malam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Pada sesi utama, Ustadz Abu Yusuf menjelaskan bahwa ketaatan kepada Rasulullah SAW merupakan manifestasi langsung dari ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, seluruh ajaran dan syariat yang dibawa Rasulullah SAW bersumber dari wahyu Allah sehingga mengikuti tuntunan beliau merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan seorang muslim.

“Ketaatan kepada Rasulullah SAW adalah bukti nyata ketaatan kepada Allah SWT. Meneladani beliau menjadi kunci diterimanya amal ibadah dan jalan untuk meraih rahmat Allah,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ustadz Abu Yusuf menguraikan sejumlah landasan dalil Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya menaati Rasulullah SAW, di antaranya Surah An-Nisa ayat 80 yang menegaskan bahwa barang siapa menaati Rasul maka sesungguhnya ia telah menaati Allah. Selain itu, Surah An-Nisa ayat 59 memerintahkan umat Islam untuk menaati Allah, Rasul, dan ulil amri, sedangkan Surah Al-Ahzab ayat 21 menempatkan Rasulullah SAW sebagai suri teladan terbaik dalam kehidupan.

Ia juga mengutip Surah Ali Imran ayat 31 yang menjelaskan bahwa kecintaan kepada Allah SWT dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, Ustadz Abu Yusuf menjelaskan hubungan erat antara ketaatan kepada Allah dan Rasul. Menurutnya, Rasulullah SAW tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, melainkan menyampaikan wahyu yang diturunkan Allah SWT.

“Keimanan seseorang tidak akan sempurna tanpa adanya ketundukan dan kepatuhan terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Karena itu, menaati Rasul berarti menjalankan syariat Allah yang disampaikan melalui beliau,” tuturnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketaatan kepada Rasul dapat diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan Nabi, menerapkan sunnah dalam berbagai aspek kehidupan, serta menjauhi segala bentuk larangan yang telah ditetapkan dalam ajaran Islam.

Menurutnya, mengikuti sunnah Rasulullah SAW tidak hanya berkaitan dengan ibadah mahdhah seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga mencakup akhlak, etika pergaulan, adab makan, berpakaian, hingga sikap dalam bermasyarakat.

Di akhir kajian, Ustadz Abu Yusuf menyampaikan berbagai hikmah dan keutamaan menaati Rasulullah SAW, di antaranya memperoleh petunjuk hidup yang benar, meraih cinta dan ampunan Allah SWT, serta mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

“Ketaatan kepada Rasulullah SAW akan membawa seseorang kepada jalan yang diridai Allah, memperoleh rahmat-Nya, dan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan,” pungkasnya.

Kajian rutin Ahad malam di Masjid Al-Falah diharapkan terus menjadi sarana pembinaan umat dalam memperkuat pemahaman agama, meningkatkan kualitas akhlak, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (Begug SW)

0 Komentar