![]() |
| Festival Panen Lombok Warnai Hari Kartini di Karanganyar |
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno, serta perwakilan anggota Senkom. Festival ini menjadi bentuk inovasi dalam memperingati Hari Kartini dengan mengedepankan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
Bupati Karanganyar, Robert Kristanto, dalam orasi budayanya menegaskan bahwa kegiatan menanam memiliki makna lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan pangan. Menurutnya, aktivitas tersebut juga memberikan kepuasan batin sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga, terutama di tengah tingginya harga bahan pokok seperti cabai.
“Menanam itu soal kepuasan hati. Melihat cabai mulai berbunga saja rasanya sudah luar biasa. Kita tidak hanya berdoa, tapi berusaha. Saya ingin gerakan menanam ini menjadi embrio yang lahir dari Karanganyar untuk Senkom seluruh Indonesia,” ujar Robert.
Ia juga menekankan bahwa gerakan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran perempuan, khususnya para istri anggota Senkom, yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga saat para suami menjalankan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.
![]() |
| Festival Panen Lombok Warnai Hari Kartini di Karanganyar |
Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar, Joko Sutrisno, melaporkan tingginya partisipasi anggota dalam kegiatan tersebut. Dari target awal 1.000 pot tanaman cabai, jumlah yang terkumpul mencapai 1.235 pot yang dirawat secara mandiri di rumah masing-masing anggota.
Menurut Joko, festival ini memiliki tiga misi utama, yakni memperkuat kepatuhan organisasi, mendorong kemandirian keluarga, serta menghadirkan inovasi nyata di tengah masyarakat.
“Hari ini, tepat di Hari Kartini, kami perintahkan para suami untuk mempersembahkan hasil panen lombok terbaik ini kepada istri tercinta. Ini adalah mahar kasih sayang sekaligus bukti bahwa Senkom hadir untuk ketahanan pangan negara,” kata Joko.
Dalam ajang tersebut, Kecamatan Gondangrejo meraih juara pertama dengan nilai 770, disusul Karangpandan di posisi kedua dengan nilai 715, dan Kerjo di posisi ketiga dengan nilai 705. Sementara itu, Mojogedang memperoleh harapan pertama dengan nilai 670, berdasarkan penilaian dari Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar memberikan apresiasi berupa hadiah jutaan rupiah kepada para pemenang sebagai upaya mendorong keberlanjutan gerakan menanam di masyarakat. Tim juri mengaku mengalami kesulitan dalam menentukan pemenang karena kualitas tanaman yang relatif merata.
Melalui festival ini, Senkom Mitra Polri menunjukkan peran organisasi tidak hanya terbatas pada aspek keamanan lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi mikro. Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan gerakan “Karanganyar Menanam” sebagai program berkelanjutan, dengan setiap anggota Senkom berperan sebagai agen ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing. (Ghoni)


0 Komentar