Sukoharjo, mitrapolrinews.com - Puasa di bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan dan
manfaat besar bagi kehidupan umat Muslim. Selain meningkatkan ketakwaan dan
keimanan, puasa juga membantu memperbaiki kualitas kesehatan fisik dan
spiritual. Selama Ramadan, umat Islam diajarkan menahan diri dari berbagai
bentuk hawa nafsu dan godaan, sekaligus memperbanyak amalan yang dianjurkan.
Nuansa Ramadan 1447 H: Kajian Ahad Sore dan Bukber Semarakkan Masjid Al-Falah Sukoharjo
Menjelang waktu berbuka puasa
Ramadan 1447 H, Masjid Al-Falah yang berlokasi di Kampung Madyorejo RT 01 RW
07, Jetis, Sukoharjo, menggelar pengajian Ahad sore bersama Ustadz H.
Amiruddin Ridwan, Ahad (01/03/26).
Dalam tausiyahnya bertema “Bahagianya
Orang yang Memakmurkan Masjid”, Ustadz Amiruddin menyampaikan bahwa orang
yang memakmurkan masjid akan memperoleh kebahagiaan dan pahala besar di sisi
Allah SWT. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Sahih
Bukhari dan Sahih Muslim:
“Siapa yang membangun masjid karena
Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.”
Menurutnya, memakmurkan masjid tidak
hanya dengan membangun fisiknya, tetapi juga dengan menghidupkannya melalui
ibadah, dzikir, kajian, dan amal saleh. Ia juga mengutip firman Allah dalam
Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa orang-orang beriman
yang memakmurkan masjid adalah mereka yang menegakkan shalat, menunaikan zakat,
dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah SWT.
“Keimanan kepada Allah dan hari
akhir adalah fondasi utama. Keyakinan pada tauhid mendorong ibadah, sementara
keyakinan pada hari pembalasan mendorong moralitas dan amal saleh. Keduanya
tidak terpisahkan,” jelasnya.
Ustadz Amiruddin juga mengingatkan
tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah SWT di Padang Mahsyar,
yakni pemimpin yang adil, pemuda yang taat beribadah, orang yang hatinya
terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, orang yang
menolak ajakan zina, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, serta
orang yang berdzikir hingga meneteskan air mata.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid,
Ir. H. Rudy Setyohadi, menambahkan bahwa selama Ramadan, Masjid Al-Falah rutin
menggelar buka puasa bersama (iftar) yang menghadirkan suasana hangat dan penuh
kebersamaan. Sebelum berbuka, jamaah mengikuti kajian sore untuk menambah ilmu
sambil menunggu azan Maghrib.
“Meski jamaah cukup ramai, suasana
tetap tertib dan kondusif. Setelah salat Tarawih, kegiatan tadarus Al-Qur’an
juga terus aktif diikuti bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak. Masjid selalu
bernuansa ramai dengan kegiatan ibadah,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, kajian, dan pembinaan umat. (Begug SW)
0 Komentar