![]() |
| Kajian Ramadhan di Sukoharjo Angkat Adab Menghadiri Walimatul Ursy, Jamaah Diajak Muhasabah di Penghujung Pekan |
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan kajian Ramadhan yang digelar di Masjid Al-Falah, Kampung Madyorejo RT 01 RW 07, Jetis, Sukoharjo, pada Ahad sore (15/03/2026). Kajian rutin pekan terakhir Ramadhan 1447 H tersebut menghadirkan Ustadz H. Imam Waladi, M.Ag. dengan tema “Adab Menghadiri Walimatul Ursy”.
Ketua Takmir Masjid Al-Falah, Ir. H. Rudy Setyohadi melalui Bidang Dakwah dan Pendidikan, H. Triminarno, S.H., menyampaikan bahwa kajian menjelang berbuka puasa ini merupakan agenda rutin selama bulan Ramadhan untuk menambah wawasan keislaman sekaligus memperkuat ukhuwah antarjamaah.
“Momentum Ramadhan ini dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengajak jamaah melakukan muhasabah diri, terutama di penghujung pekan,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Imam Waladi, M.Ag. menjelaskan bahwa Walimatul Ursy merupakan jamuan pernikahan yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT sekaligus untuk mengumumkan pernikahan agar terhindar dari fitnah.
Menurutnya, mayoritas ulama berpendapat bahwa menghadiri undangan walimah hukumnya wajib (fardhu ‘ain) bagi yang diundang, selama di dalam acara tersebut tidak terdapat unsur kemaksiatan.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, “Barangsiapa yang diundang untuk menghadiri walimah namun ia tidak datang, maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Ustadz Waladi juga menekankan pentingnya menjaga adab saat menghadiri undangan pernikahan, di antaranya memenuhi undangan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi, membahagiakan pasangan pengantin, serta tidak membeda-bedakan undangan berdasarkan status sosial.
“Jika dalam acara terdapat kemaksiatan seperti khamr atau hal yang dilarang syariat, maka wajib menegur jika mampu. Namun jika tidak bisa dihilangkan, sebaiknya meninggalkan tempat tersebut,” jelasnya.
Menjelang waktu Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama (bukber) yang telah dipersiapkan oleh para pejuang masjid. Kegiatan ini rutin digelar setiap hari selama Ramadhan dan menjadi momen penuh berkah yang mempererat silaturahmi, persaudaraan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui kebersamaan tersebut, jamaah tidak hanya berbagi hidangan berbuka, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan rasa syukur, sehingga suasana Ramadhan semakin terasa hangat dan penuh keberkahan. (Begug SW)

0 Komentar