Ribuan Pelayat Padati Gontor, Antar KH Amal Fathullah Zarkasyi ke Peristirahatan Terakhir

Ribuan Pelayat Padati Gontor, Antar KH Amal Fathullah Zarkasyi ke Peristirahatan Terakhir
Ponorogo, mitrapolrinews.com - Ribuan pelayat memadati Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Minggu (4/1/2026), untuk mengantarkan Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., ke peristirahatan terakhir. Salah satu pimpinan PMDG tersebut wafat pada Sabtu (3/1/2026), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gontor dan dunia pendidikan Islam nasional.

Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Jami’ PMDG Kampus Pusat sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga PMDG. Sejak pagi, rumah duka dipenuhi santri, guru, alumni, masyarakat umum, hingga tokoh nasional yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, dalam sambutannya di hadapan para pelayat, menyampaikan kesaksian atas panjangnya perjuangan almarhum dalam membangun dan memperjuangkan sistem pendidikan pesantren.
“Saya orang yang paling tahu tentang Pak Amal. Perjuangannya amat panjang dan tidak semuanya bisa disampaikan. Mari kita ikhlaskan beliau agar dilancarkan perjalanannya,” ujar KH. Hasan dengan suara bergetar.

Ucapan duka juga datang dari Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, yang turut hadir dalam prosesi pemakaman. Ia menilai KH. Amal Fathullah Zarkasyi sebagai sosok teladan yang memiliki kontribusi besar dalam memperkuat posisi pesantren di Indonesia.
“Salah satu pemikiran beliau adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren. Itu bagian dari perjuangan beliau demi kemaslahatan pesantren secara nasional,” kata Hidayat.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai tokoh sentral pendidikan pesantren yang berjasa memperjuangkan pengakuan pemerintah terhadap lulusan pesantren hingga terbitnya Undang-Undang Pesantren sebagai payung hukum pendidikan pesantren di tingkat nasional.

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Hamid Fahmi Zarkasyi, menegaskan bahwa peran KH. Amal sangat menentukan dalam membuka akses lulusan pesantren ke pendidikan tinggi.
“Berkat perjuangan beliau, pesantren memiliki payung hukum yang kuat. Lulusan pondok kini dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi tanpa harus melalui ujian negara,” ungkapnya.

Selain dikenal sebagai pemikir dan pejuang pendidikan, KH. Amal Fathullah Zarkasyi juga dikenal dekat dengan santri dan alumni, serta memiliki pribadi yang rendah hati meski mengemban amanah besar sebagai pimpinan pondok.

Kepergian KH. Amal Fathullah Zarkasyi menjadi kehilangan besar bagi Pondok Modern Darussalam Gontor dan dunia pendidikan Islam Indonesia. Namun, nilai perjuangan, pemikiran, dan keteladanannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus pesantren di tanah air.

 

0 Komentar