Rayakan Usia 99 Tahun, Ibu Rakidjem Karsoredjo Disuguhi Pagelaran Wayang Kulit Dua Dalang Remaja

Rayakan Usia 99 Tahun, Ibu Rakidjem Karsoredjo Disuguhi Pagelaran Wayang Kulit Dua Dalang Remaja
Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Perayaan ulang tahun ke-99 Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo berlangsung penuh makna dan nuansa budaya. Bertempat di kediamannya di Kampung Madyorejo RT 01 RW 07, Kelurahan Jetis, Sukoharjo, Kamis malam (31/12/2025), keluarga dan warga setempat menggelar pagelaran wayang kulit sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa untuk panjang umur dan kesehatan.

Pagelaran wayang kulit yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi simbol harapan akan kebijaksanaan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa bagi Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo, tetapi juga wujud nyata pelestarian budaya adiluhung Jawa yang terus diwariskan lintas generasi.

Rayakan Usia 99 Tahun, Ibu Rakidjem Karsoredjo Disuguhi Pagelaran Wayang Kulit Dua Dalang Remaja
Kegiatan yang digelar di halaman rumah Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Kelurahan Jetis Suyamto, SE, MM, Kepala Kelurahan Banmati Paidi, S.Sos, MM, Ketua RW 07 M. Fachrudin, M.Pd., Ketua RT 01/07 Joko Sarjana, SH, Ketua Lingkungan 4 Kurniawan Rosidi, S.Pd., beserta jajaran pengurus dan warga masyarakat setempat.

Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir acara. Pagelaran wayang kulit semakin istimewa karena menghadirkan dua dalang remaja berbakat, yakni Ki Daffa Ridho Adriansyah dari Baki, Sukoharjo, dan Ki Ahmad Nur Firdaus dari Kelurahan Banmati yang masih duduk di kelas 1 SMP Negeri 2 Tawangsari. Keduanya didukung oleh kelompok karawitan Manunggal Laras asal Kelurahan Banmati, Sukoharjo.

Acara diawali dengan sambutan perwakilan tuan rumah, Muskamdi, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan warga yang hadir. Ia menjelaskan bahwa pagelaran wayang kulit tersebut digelar dalam rangka memperingati ulang tahun ke-99 Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo, sekaligus menjadi ajang latihan dan pengembangan bakat bagi para seniman muda serta menyongsong pergantian tahun 2025 menuju 2026.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Jetis, Suyamto, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal. Ia pun menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo.

“Selamat ulang tahun ke-99 kepada Mbah Putri Rakidjem Karsoredjo. Semoga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sebagai tanda dimulainya pagelaran, Suyamto, SE, MM menyerahkan tokoh wayang Kresna kepada Ki Daffa Ridho Adriansyah, sementara Muskamdi menyerahkan tokoh wayang Puntadewa (Yudhistira) kepada Ki Ahmad Nur Firdaus. Keduanya kemudian membawakan lakon “Sesaji Raja Suya.”

Lakon tersebut mengisahkan Prabu Yudhistira yang hendak menggelar sesaji sebagai wujud syukur, namun dihadapkan pada ambisi jahat Prabu Jarasandha yang haus kekuasaan. Melalui strategi cerdas Prabu Kresna dan kekuatan Werkudara (Bima), kezaliman akhirnya berhasil dikalahkan. Kisah yang diambil dari epos Mahabharata ini sarat nilai moral tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan.

Pagelaran wayang kulit dalam perayaan ulang tahun ke-99 Eyang Putri Rakidjem Karsoredjo pun menjadi momentum kebersamaan, pelestarian budaya, serta bukti bahwa tradisi luhur tetap hidup dan relevan di tengah pergantian zaman. (Begug SW). 

0 Komentar