Camat Jatipurno Gandeng PLN, Ubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Camat Jatipurno Gandeng PLN, Ubah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Wonogiri, mitrapolrinews.com - Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah plastik yang semakin mengkhawatirkan sekaligus mendorong pemanfaatan energi alternatif, Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, S.Kom., menggandeng PLN ULP Jatisrono untuk meluncurkan program inovatif Waste to Energy berbasis teknologi pirolisis.

Program ini bertujuan mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar cair (pyrolysis oil) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik skala kecil. Inisiatif ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, tetapi juga mendukung transisi menuju energi bersih di tingkat lokal.

“Permasalahan sampah plastik tidak bisa dibiarkan begitu saja. Melalui teknologi pirolisis, kami tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menciptakan sumber energi baru dari limbah yang sebelumnya tidak bernilai,” ujar Nur Dhana Setiawan kepada Liputan4.com, Sabtu (19/07/2025).

Senada dengan itu, Manajer PLN ULP Jatisrono, Krisna Adhi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan PLN terhadap pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.

“Kami percaya kolaborasi seperti ini adalah kunci dalam mewujudkan sistem energi yang bersih, terjangkau, dan inklusif, terutama di daerah pedesaan,” jelas Krisna.

Krisna menambahkan, teknologi pirolisis yang digunakan dalam program ini mampu mengolah jenis sampah plastik seperti PP, LDPE, dan HDPE menjadi bahan bakar minyak tanpa proses pembakaran terbuka. Hal ini menjadikan prosesnya lebih ramah lingkungan karena tidak mencemari udara.

Adapun tahapan awal program meliputi pelatihan pemilahan sampah bagi masyarakat, pembangunan reaktor pirolisis skala kecil, serta pemanfaatan hasil olahan minyak untuk kebutuhan operasional genset desa.

Dengan adanya sinergi antara pemerintahan kecamatan dan PLN, Kecamatan Jatipurno telah menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi energi terbarukan berbasis limbah di Kabupaten Wonogiri.

“Diharapkan ke depannya program ini dapat direplikasi di kecamatan lain sebagai bagian dari gerakan menuju zero waste community dan kemandirian energi,” pungkas Krisna.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menciptakan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi lokal berbasis teknologi.

 

0 Komentar