SRAGEN — Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan lainnya turut aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial di Sragen, khususnya kemiskinan ekstrem yang hingga kini masih menjadi persoalan utama di wilayah tersebut.Bupati Sragen Ajak Ormas Keagamaan, Termasuk LDII, Bantu Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ajakan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sragen periode 2024–2029 di Pendopo Sumonegaran, Sabtu (19/4/2025) siang. Dalam acara tersebut, Sumarsono kembali dipercaya memimpin DPD LDII Sragen, dan dilantik oleh Wakil Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Dalono Abdul Rosyid. Surat keputusan kepengurusan dibacakan langsung oleh Sekretaris DPW LDII Jateng, Eko Sutanto.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen, termasuk Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi dan Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung.
Dalam sambutannya, Sigit mengungkapkan bahwa perkembangan LDII di Jawa Tengah berawal dari Kecamatan Gondang, Sragen. Ia bahkan sempat berseloroh kepada Wakil Ketua DPW LDII agar memindahkan kantor pusat ke Gondang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sejarah tersebut.
Sigit juga menyoroti bahwa wajah-wajah pengurus LDII yang baru dilantik didominasi oleh figur lama. Hal itu, menurutnya, menandakan keberhasilan program pada periode sebelumnya dan memberikan optimisme terhadap kelanjutan kinerja organisasi ke depan.
“LDII bukan hanya bagian dari dakwah Islam, tapi juga berkontribusi dalam pembangunan daerah. Saya berharap program-program sosial ke depan bisa menyentuh isu yang lebih luas, terutama membantu menyelesaikan persoalan kemiskinan,” ujar Sigit.
Ia membeberkan data bahwa Sragen memiliki lebih dari 3.000 tempat ibadah, dengan rata-rata 15 tempat di setiap desa/kelurahan. Namun, kondisi tersebut belum cukup menggerakkan dampak sosial yang signifikan. Angka kemiskinan Sragen masih berada di kisaran 12,41%, dengan 61 desa dikategorikan sebagai wilayah miskin ekstrem.
“Keberagamaan yang kuat seharusnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan sosial. Bila belum terasa, mungkin praktik keagamaannya masih bersifat individualistik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sigit mengingatkan pentingnya pemahaman ayat dan hadis yang menekankan kepedulian terhadap fakir miskin dan anak terlantar, sebagai fondasi kontribusi sosial ormas keagamaan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Sragen, Sumarsono, menyatakan bahwa pelantikan ini merupakan amanah besar di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman. LDII, katanya, akan terus berpegang pada prinsip religiusitas, moderasi beragama, dan penguatan karakter kebangsaan dalam setiap geraknya.
Ia menyebut LDII berkomitmen mendukung pendidikan berkarakter dengan menanamkan nilai kejujuran, amanah, kerukunan, dan kerja sama. Di bidang ekonomi, organisasi ini mendorong pengembangan ekonomi syariah yang berkah dan berkelanjutan.
“Sinergi dengan para pemangku kepentingan sangat diperlukan agar kita bisa bersama-sama membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Sumarsono.
0 Komentar