Desa Slogoretno Gelar Pelatihan Kader Bank Sampah untuk Wujudkan Desa Cerdas dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim

Desa Slogoretno Gelar Pelatihan Kader Bank Sampah untuk Wujudkan Desa Cerdas dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim
Jatipurno, mitrapolrinews.com - Dalam upaya mewujudkan desa yang bersih, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim, Desa Slogoretno menggelar pelatihan kader bank sampah pada Rabu (8/1). Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memilah sampah non-organik serta mengembangkan bank sampah yang sudah ada.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari UPTD Puskesmas Jatipurno dan pengelola barang bekas dari Kecamatan Sidoharjo. Mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta. Dalam sambutannya, Kepala Desa Slogoretno, Suparmanto, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah mendukung program desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, sesuai fokus penggunaan dana desa tahun 2025.

"Persoalan sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Melalui bank sampah, kita bisa memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatan mereka," ujar Suparmanto.

Desa Slogoretno Gelar Pelatihan Kader Bank Sampah untuk Wujudkan Desa Cerdas dan Adaptif terhadap Perubahan Iklim
Apresiasi terhadap inisiatif ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri, Bahari, yang hadir secara virtual. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam mengatasi persoalan sampah di desa.

Sebagai bagian dari upaya menjadikan Desa Slogoretno sebagai desa cerdas, pemerintah desa terus melakukan berbagai inovasi. Salah satu langkah strategisnya adalah pengembangan bank sampah. Pelatihan kader ini juga menjadi implementasi program Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan sejak akhir 2022.

Selain meningkatkan pengelolaan sampah, bank sampah diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Saat ini, Desa Slogoretno telah memiliki Bank Sampah Retno Bersinar 1, sebuah bank sampah rintisan yang berdiri sekitar enam bulan lalu.

"Bank sampah adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan mandiri," ujar Suparmanto. Ia berharap setiap dusun di Desa Slogoretno dapat memiliki satu bank sampah baru setiap tahunnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menjadikan Desa Slogoretno sebagai desa yang cerdas, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berdaya secara ekonomi. (yus)

0 Komentar