![]() |
| Ribuan Santri Mengiringi Pemakaman KH. Darsono Sesepuh Yayasan Budi Utomo Jatipurno |
Beliau meninggal pada hari Minggu Pahing, 30 Juli 2023, jam 01.30, meninggalkan jejak perjalanan hidup yang inspiratif. Beliau tutup usia pada usia 73 tahun, meninggalkan seorang istri serta tujuh orang anak yang sangat mencintai beliau. Berita duka ini menyentuh banyak kalangan, terutama bagi mereka yang terikat dalam jaringan pendidikan dan sosial Yayasan Budi Utomo.
Sebagai pendiri Yayasan Budi Utomo, KH. Darsono telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan. Aris Setiawan, salah seorang pengurus yayasan, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. "Beliau adalah teladan yang menginspirasi bagi kami semua, baik dalam keluarga maupun komunitas yayasan. Meskipun dalam kesehariannya sibuk dengan berbagai usaha, beliau selalu meluangkan waktu untuk mendukung dan mengarahkan kami," ujar Aris.
Sebelum Pemakaman almarhum disemayamkan di masjid komplek Ponpes Bairuha Jatipurno. Ribuan santri dari KB Budi Utomo Jatipurno, SDIT Budi Utomo Jatipurno, SMP Budi Utomo Jatipurno, dan Pondok Pesantren Bairuha' Jatipurno datang silih berganti menyolatkan serta mendoakan beliau. Selain itu, masyarakat umum dan tokoh-tokoh agama turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang begitu dihormati.
Yayasan Budi Utomo, yang dikenal dengan komitmennya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, terus menjalankan misi dan visi yang telah diletakkan oleh almarhum KH. Darsono. Maruf Latifan, Sekretaris Yayasan Budi Utomo Jatipurno, menjelaskan, "Kami berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin menghasilkan individu-individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan dan moral yang kuat."
Selain menjalankan visi pendidikan, almarhum KH. Darsono juga mengelola berbagai usaha sebagai penopang pembiayaan operasional yayasan. Usaha-usaha tersebut meliputi toko emas, karoseri, penyedia pupuk, jasa penyewaan terop, jasa penyewaan soundsystem, dan toko kelontong. Pendapatan dari usaha-usaha tersebut secara langsung digunakan untuk mendukung berbagai program dan kegiatan yayasan.
Dengan perasaan duka yang mendalam, ribuan santri dan masyarakat Jatipurno mengantarkan KH. Darsono ke peristirahatan terakhirnya. Warisan dan semangatnya dalam menjalankan misi kemanusiaan dan pendidikan akan terus hidup dan diperjuangkan oleh generasi penerus, menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik bagi masyarakat.
Semoga Alloh mengampuni segala dosa dan kesalahan dan semoga segala amal baiknya diterima sebagai amal jariyah yang terus mengalirkan pahala bagi dirinya. Berikanlah ketabahan dan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan, dan jadikanlah kematian almarhum sebagai pintu menuju kehidupan yang lebih baik di sisi-Mu. Amin.

0 Komentar