![]() |
| Salah Satu Maha Karya Seni Rupa Karya Seniman dan Budayawan Bayu (Buto Bagong) Ponorogo. (ft. istimewa) |
Sakralitas karya seni rupa Ponorogo begitu tinggi sehingga masyarakat setempat menyaksikan dan menikmati karya-karya perupa seperti melihat keris, tombak, payung, dan barang-barang sakral lainnya. Namun, ke depannya, semakin banyak orang yang berharap agar sakralitas ini dapat dikurangi. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan meningkatkan frekuensi pameran seni rupa, sehingga seni rupa tidak hanya menjadi bagian dari upacara tertentu, tetapi juga dapat dinikmati secara lebih luas.
Menurut Bayu Budayawan dan pelaku seni Ponorogo, melalui unggahan di FBnya dengan nama Buto Bagong pada Selasa (04/07/23) menyatakan perubahan ini akan memberikan kesempatan kepada para perupa untuk terus berkarya tanpa harus menunggu pameran dalam rangka tertentu. Mereka mengusulkan agar perupa Ponorogo menjadi individu yang penuh kegelisahan, senantiasa menciptakan dan mempertunjukkan karya seni rupa berkualitas tanpa harus terikat oleh jadwal pameran yang terbatas. Dengan demikian, perupa tidak lagi perlu menunggu pameran berjamaah, melainkan dapat mengadakan pameran tunggal atau pameran pribadi yang akan semakin meningkatkan kualitas dan pengetahuan mereka sebagai perupa.
Namun, perlu dipahami bahwa sakralitas karya seni rupa memiliki perbedaan yang signifikan dengan sakralitas benda pusaka wesi aji pangagem sakti yang hanya diungkapkan pada bulan Suro. Meskipun keduanya memiliki nilai dan kekhasan tersendiri, masyarakat seni Ponorogo berharap agar seni rupa tidak terjebak dalam kesakralan yang berlebihan, sehingga hanya bisa dinikmati dalam upacara tahunan yang terbatas.
Bayu Budayawan dan pelaku seni Ponorogo juga mengajak para perupa untuk tetap kreatif dan produktif, agar seni rupa tidak berakhir sebagai "pepunden" seni yang hanya dapat dinikmati setahun sekali. Semangat dan semangat "buto bagong" tetap mengalir dalam budaya seni Ponorogo, dengan harapan bahwa seni rupa dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan juga dunia seni secara luas.
Dengan semangat ini, perupa Ponorogo berkomitmen untuk menjaga kekhasan seni rupa mereka, sambil membuka lebih banyak kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas dan berbagi keindahan seni kepada semua orang, bukan hanya pada saat tertentu.
%20Ponorogo.jpg)
0 Komentar