| Mita dalam momen penerimaan pengahargaan sebagai Duta Pemudi Kebudayaan Indonesia Ekologi 2023 di Auditorium RRI Denpasar pada Selasa (11/07/2023). (Dok. Duta Kebudayaan Indonesia) |
Prestasinya ini tentu saja
memberikan kebanggan tersendiri terkhusus bagi masyarakat Jawa Tengah dan
mempertegas perannya sebagai pemuda yang ingin mempromosikan kebudayaan
setempat di kancah nasional hingga internasional.
Dalam kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi, Mita Wahyuningsih juga menyandang beberapa penghargaan sebagai peserta dengan predikat Best Video Profile, Best Native Speaker, Best Presentation, Best Etnic Formal Wear, serta Duta Pemudi Kebudayaan Social Media.
Melalui wawancara yang telah dilakukan melalui WhatsApp pada Jumat (14/07/2023), Mita menceritakan berbagai perjuangannya hingga meraih keberhasilannya saat ini.
“Setelah lolos seleksi panjang
yang diikuti oleh 387 peserta, terpilihnya saya dan 15 rekan peserta lain untuk
mengikuti proses pra-karantina secara daring selama 12 hari. Lalu saya memasuki
masa karantina selama 5 hari, mulai tanggal 7 hingga 11 Juli 2023.” Ungkap
Mita.
Mahasiswi yang memang sejak kecil
lahir di Honggojati, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri ini memiliki tekad
yang kuat untuk mempromosikan kebudayaan dengan dvokasi yang diangkat yakni
Wedang Uwuh. Berlatar belakang dengan jurusan kuliah yang ia tekuni, Ilmu
Komunikasi, ia menyatakan komitmen untuk mendukung pelelstarian budaya
tradisional melalui minuman tradisional dengan memanfaatkan teknologi digital
yang sedang berkembang.
Berkat restu dan dukungan dari
orang tua, keluarga, kerabat, teman dan kampus tercinta, akhirnya Mita
membuahkan hasil dengan mengangkat nama Provinsi Jawa Tengah sebagai Duta
Pemudi Kebudayaan Indonesia Ekologi 2023, dengan pasangannya yakni pemuda yang
berasal dari Kepulauan Riau.
Mita Wahyuningsih, Duta Pemudi Kebudayaan Indonesia Ekologi 2023. (Dok. Duta Kebudayaan Indonesia)
Berbekal keterampilan, wawasan, dan tekad yang kuat, Mita berhasil memantapkan diri dan pantang menyerah dalam mengikuti berbagai rangkain kegiatan pemilihan Duta Kebudayaan Indonesia 2023 ini. Menurutnya, ajang pemilihan duta kebudayaan ini tidaklah hanya sebuah ajang pemilihan yang menonjolkan paras kecantikan, akan tetapi ajang pemilihan tersebut lebih kepada ajang sebagai wadah pengabdian masyarakat, agar sebagai anak muda masa kini terus memberikan kontribusi yang berdampak positif terkhusus di bidang kebudayaan.
Ia juga berpesan agar anak muda
terus menggelorakan semangat perjuangan di era sekarang dengan terus mengikuti
pekembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebudayaan.
“Harapan saya untuk rekan-rekan
pemuda dimanapun kalian berada, mari kita sama-sama memberikan dampak positif
kepada masyarakat luas sesuai bidang yang kita tekuni saat ini. Sesuai prinsip
saya, bahwa Urip Iku Urup (hidup itu menyala), dimanapun dan sebagai apapun
kita tetaplah membumi dan memberikan kontribusi sekecil apapun itu.”
Pungkasnya.
0 Komentar