SMKN 2 Ponorogo Raih Dua Penghargaan di Pariwara Antikorupsi 2026

SMKN 2 Ponorogo Raih Dua Penghargaan di Pariwara Antikorupsi 2026
Ponorogo, mitrapolrinews.com – Pesan antikorupsi tak selalu disampaikan melalui ceramah atau slogan. Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo membuktikannya lewat karya kreatif. Dalam ajang Pariwara Antikorupsi 2026 tingkat Kabupaten Ponorogo, mereka meraih juara II lomba video antikorupsi dan juara III lomba mural antikorupsi.

Dua penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas pelajar dapat menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini.

Pada kategori video, tim SMKN 2 Ponorogo mengusung karya berjudul “Gorengan”. Ceritanya berangkat dari peristiwa sederhana yang dekat dengan keseharian siswa, yakni transaksi di kantin sekolah.

Kisah bermula ketika seorang siswa menerima uang kembalian lebih banyak dari semestinya. Ia memilih menyimpan kelebihan uang itu dan menganggapnya sebagai keberuntungan. Namun, ketika pada kesempatan berbeda ia justru menerima uang kembalian lebih sedikit, ia langsung memprotes penjual kantin.

Situasi tersebut menjadi titik balik cerita. Penjual kantin mengingatkan bahwa kejujuran tidak seharusnya bergantung pada situasi yang menguntungkan diri sendiri. Pesan inilah yang menjadi inti video “Gorengan”: seseorang tidak dapat menuntut keadilan dari orang lain jika dirinya sendiri mengabaikan kejujuran.

Melalui alur yang sederhana, video tersebut mengajak penonton memahami bahwa perilaku tidak jujur, meski terlihat sepele, tidak boleh dinormalisasi. Kebiasaan mengambil sesuatu yang bukan haknya merupakan perilaku yang perlu dicegah sejak awal.

Video tersebut menampilkan Adhisa Tryanita Larasati, Hanum Aisha Listiani, Galuh Putri Setiyawan, dan Salma Sally Amelia sebagai pemeran. Proses penggarapannya melibatkan Muhammad Khanin Az-zykri, Erlyn Natasya Putri, Angelia Putri, Evacenna Haninda, dan Abadi.

Selain melalui media audiovisual, siswa SMKN 2 Ponorogo juga menyuarakan gerakan antikorupsi lewat karya mural. Perpaduan ilustrasi dan warna dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan moral secara visual agar mudah dipahami dan diingat.

Mural tersebut menjadi media kampanye integritas di lingkungan pendidikan. Pesannya menekankan pentingnya membiasakan kejujuran, menaati aturan, bertanggung jawab, serta menghormati hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, diharapkan terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan yang memberi ruang bagi kreativitas dan partisipasi aktif siswa. Prestasi ini juga menjadi peluang untuk memperluas edukasi antikorupsi di lingkungan sekolah.

Bagi sekolah vokasi, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan teknis dan keterampilan kerja. Integritas menjadi fondasi penting agar kompetensi yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab, baik di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.

Partisipasi dalam Pariwara Antikorupsi 2026 pun menjadi bagian dari upaya SMKN 2 Ponorogo menumbuhkan generasi yang tidak hanya kreatif dan kompeten, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Sebab, integritas tidak lahir dari slogan semata. Nilai itu tumbuh dari kebiasaan berkata jujur, bersikap adil, dan berani melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang lain yang mengawasi.

0 Komentar