Griya Sabara Belajar dari Pesantren Lansia Permata, Merawat Senior agar Tetap Sehat dan Berdaya

Griya Sabara Belajar dari Pesantren Lansia Permata, Merawat Senior agar Tetap Sehat dan Berdaya
Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Pemberdayaan warga lanjut usia tidak cukup hanya melalui kegiatan keagamaan. Ruang interaksi sosial, aktivitas fisik, pengembangan keterampilan, hingga kemandirian ekonomi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup pada masa tua. Berangkat dari semangat tersebut, Griya Sabara melakukan studi tiru ke Pesantren Lansia Permata di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/10).

Kunjungan yang berlangsung pukul 09.00–12.30 WIB itu menjadi kesempatan bagi Griya Sabara untuk mempelajari pengalaman Pesantren Lansia Permata dalam mengelola komunitas lansia yang telah berkembang sejak 2015.

Kegiatan tersebut diikuti enam orang dari Yayasan Sakura, empat orang dari Bekti Sukongasih, serta sekitar 50 peserta dari Pesantren Lansia Permata. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab melalui rangkaian kegiatan keagamaan, olahraga, ramah tamah, dan diskusi bersama.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan penampilan hadroh lansia serta Mars Lansia. Para peserta kemudian mengikuti senam sehat, ramah tamah, dan makan bersama sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarkomunitas.

Berawal dari Mengaji Bersama

Pendiri Pesantren Lansia Permata, Tri Kaeksi, memaparkan perjalanan komunitas yang dirintis sejak 2015. Menurut dia, kegiatan tersebut bermula dari kelompok kecil beranggotakan 10 lansia yang berkumpul untuk mengaji bersama.

Dari aktivitas sederhana itu, komunitas terus berkembang. Kini, Pesantren Lansia Permata memiliki sekitar 80 anggota yang berasal dari beberapa kampung, bahkan lintas kecamatan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan berbasis kebersamaan dapat menjadi ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap beraktivitas, memperluas pergaulan, dan menjaga keterhubungan sosial.

Program yang dijalankan juga semakin beragam. Selain kegiatan keagamaan, Pesantren Lansia Permata mengembangkan layanan kesehatan melalui posyandu lansia dan senam bersama, kegiatan keterampilan, serta koperasi lansia.

Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa pemberdayaan lansia membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek kehidupan. Kesehatan fisik, ketenangan batin, hubungan sosial, dan kesempatan untuk tetap produktif dapat berjalan beriringan dalam mendukung kualitas hidup pada usia lanjut.

Pengalaman inilah yang menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Griya Sabara dalam merancang program sesuai kebutuhan para senior.

Membangun Program yang Berkelanjutan

Perwakilan Griya Sabara, Ardyasih, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses belajar sekaligus bertukar gagasan untuk memperkuat pengelolaan kegiatan lansia.

“Kami hadir untuk belajar dari pengalaman Pesantren Lansia Permata, sekaligus bertukar gagasan agar Griya Sabara ke depan dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para senior,” ujarnya.

Setelah rangkaian kegiatan bersama, peserta mengikuti makan siang atau bodjana andrawina dan berdiskusi dengan kader penggerak lansia. Pertukaran pengalaman ini diharapkan membuka wawasan mengenai praktik pengelolaan komunitas, pengembangan kegiatan, serta upaya menjaga keberlanjutan program.

Bagi Griya Sabara, studi tiru bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari ikhtiar membangun kegiatan lansia yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan. Pengalaman komunitas yang telah berjalan lebih dahulu dapat menjadi referensi untuk mengembangkan program yang relevan dengan kondisi lingkungan masing-masing.

Ke depan, Griya Sabara berharap dapat memperkuat kegiatan yang mencakup olah raga, olah rasa, dan olah jiwa. Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan ruang bagi para senior agar tetap sehat secara fisik, terjaga secara emosional dan spiritual, serta memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman, pemberdayaan lansia diharapkan tidak berhenti pada aktivitas rutin. Lebih dari itu, komunitas dapat menjadi ruang tumbuh bersama yang membantu para senior menjalani masa tua secara aktif, produktif, bermartabat, dan bahagia. (Begug SW) 

0 Komentar