![]() |
| Maulid Nabi di SMKN 2 Ponorogo, Siswa Diajak Teladani Akhlak Rasulullah |
Tak sekadar seremoni, peringatan tersebut menjadi momentum menanamkan kecintaan sekaligus keteladanan Rasulullah SAW kepada para siswa.
Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto, M.Pd. mengatakan, Maulid Nabi harus menjadi ruang untuk memperbarui kecintaan kepada Rasulullah.
“Mari kita peringati kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan hati yang bersih dan penuh cinta. Penggunaan Masjid Agung ini juga membuat kegiatan menjadi lebih bermakna,” ujarnya.
Kegiatan diawali salat Dhuha dan istighosah. Selanjutnya, peserta mengikuti muhasabah yang disampaikan Ketua Komite SMKN 2 Ponorogo Ustaz Dr. Syarifan Nurjan, M.A.
Dalam tausiyahnya, Syarifan mengingatkan agar kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada selawat dan peringatan Maulid. Keteladanan Nabi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Mengacu QS Al-Ahzab ayat 21, Rasulullah SAW disebut sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik. Karena itu, generasi muda perlu meneladani Rasulullah dalam berpikir, mengendalikan diri, hingga menggunakan pancaindra untuk kebaikan.
“Mencontoh Rasulullah bukan hanya dalam beribadah, tetapi juga dalam bermuamalah dan menjalani kehidupan,” pesannya.
![]() |
| Maulid Nabi di SMKN 2 Ponorogo, Siswa Diajak Teladani Akhlak Rasulullah |
Ia turut mengangkat kisah hijrah Rasulullah SAW ke Yatsrib yang kemudian berkembang menjadi Madinah Al-Munawwarah. Hijrah, kata dia, mengajarkan pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sekaligus membangun peradaban yang bermanfaat.
Selain itu, Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam keteladanan Rasulullah. Syarifan menggambarkan iman sebagai akar yang kuat, ilmu sebagai pohon yang tumbuh menjulang, dan kemanfaatan sebagai buah yang dirasakan masyarakat.
“Iman harus menjadi akar yang kuat. Ilmu pengetahuan menjadi pohon yang terus tumbuh dan menjulang. Sedangkan buahnya harus dapat dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, SMKN 2 Ponorogo menegaskan pendidikan tidak hanya mengejar kecerdasan dan keterampilan. Lebih dari itu, sekolah berupaya membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan.
Maulid Nabi pun tak berhenti di masjid. Pesannya diharapkan terbawa ke sekolah, rumah, hingga kehidupan sosial para siswa. (red)


0 Komentar