![]() |
| Malam Tirakatan HUT Ke-81 RI di Madyorejo Meriah, Warga Tampil Unik dan Nyentrik |
Panggung yang digelar di Jalan Semeru itu menjadi pusat perhatian warga. Malam tirakatan dilanjutkan resepsi kemerdekaan yang diikuti berbagai kalangan, mulai tokoh masyarakat, sesepuh kampung, pemuda-pemudi hingga seluruh warga.
Hadir pula tim pemantau dari Kelurahan Jetis didampingi Ketua RW 07 M. Fachrudin. Sejumlah tokoh masyarakat, Penasehat RT Rudy Setyohadi, Ketua RT 01 Joko Sarjana, serta jajaran panitia turut mengikuti rangkaian acara.
Acara dipandu Nanda dan Josef. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Tanah Airku. Selanjutnya, Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Eko Meiyanto, menyampaikan laporan rangkaian kegiatan yang telah digelar warga.
Eko mengatakan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Juli melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya kerja bakti, pengecatan kanstin dengan warna biru putih, pemasangan lampu hias dan umbul-umbul.
Memasuki Agustus, warga melanjutkan kegiatan dengan pemasangan bendera Merah Putih serta berbagai perlombaan. Salah satu yang menarik adalah jalan sehat yang digelar serentak di wilayah Kelurahan Jetis dengan peserta dari masing-masing RT.
“Peserta jalan sehat berangkat dari wilayah RT masing-masing dan melintasi depan Kantor Kelurahan Jetis. Di sana tersedia panggung sehingga peserta jalan sehat sekaligus seperti mengikuti pawai dan dinilai,” terang Eko.
Usai jalan sehat, warga mengikuti sarapan bersama. Suasana semakin meriah dengan hiburan organ tunggal Arsena Jaya sekaligus pengundian ratusan hadiah. Berbagai perlombaan juga digelar untuk anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu dengan pelaksana maupun juri dari kalangan pemuda-pemudi Puma-20.
Menurut Eko, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan warga dan pemuda-pemudi. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan.
Puncaknya, warga berkumpul dalam malam tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ada yang mengenakan pakaian adat daerah, kostum pejuang kemerdekaan hingga busana unik dan nyentrik. Penampilan warga tersebut membuat suasana resepsi semakin semarak.
Sementara itu, sambutan Bupati Sukoharjo dibacakan Rudy Setyohadi. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, selaras dengan visi Kabupaten Sukoharjo 2025–2029, yakni “Mewujudkan Sukoharjo yang Maju, Adil dan Bermartabat.”
Berbagai program pembangunan, lanjutnya, terus dijalankan secara beriringan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional, provinsi dan kabupaten.
Ketua RT 01 Joko Sarjana juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, ibu-ibu warga serta seluruh masyarakat Madyorejo yang telah mendukung rangkaian kegiatan sejak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80 hingga malam tirakatan.
“Semua kegiatan di kampung kita tidak ada dan tidak akan menarik iuran kepada warga. Selama ini pembangunan maupun kegiatan dibiayai dari uang jimpitan yang diberikan bapak dan ibu,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh warga terus menjaga semangat kebersamaan dan mendukung kegiatan positif di lingkungan. Semangat itu, kata dia, sejalan dengan slogan Kampung Madyorejo, “Guyub Rukun Saklawase.”
Rangkaian acara dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Triminarno. Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua RT Joko Sarjana didampingi penasehat dan ketua panitia. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Ketua Pemuda Puma-20, Naufal, sebagai simbol regenerasi dan kebersamaan warga.
Kemeriahan berlanjut dengan hiburan organ tunggal Galih Irama dari Sukoharjo bersama penyanyi lokal. Warga tampak antusias mengikuti acara hingga malam.
Momen yang paling ditunggu adalah pengundian hadiah. Setiap kepala keluarga mendapatkan satu kupon untuk mengikuti undian. Selain hadiah undian, panitia juga menyerahkan hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan, termasuk lomba karaoke tembang kenangan.
Yang tak kalah menarik adalah pengumuman pemenang kostum terbaik. Juara pertama diraih tiga warga yang tampil sebagai raksasa wayang orang, juara kedua diraih pasangan dengan kostum pejuang, sedangkan juara ketiga diraih dua warga dengan kostum unik dan nyentrik.
Perayaan tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui gotong royong, kreativitas dan kebersamaan warga. Guyub rukun pun menjadi energi Madyorejo dalam merawat semangat kemerdekaan. (Begug SW)

0 Komentar