![]() |
| Kajian Rutin Jadi Sarana Memperkuat Keimanan dan Muhasabah Diri Jamaah |
Dalam kajian tersebut, Ustadz Drs. H. Suroto menyampaikan materi bertema “Hisablah Diri Kalian Sebelum Diri Kalian Dihisab”. Tema ini mengajak umat Islam untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat.
Menurut beliau, pesan tersebut berasal dari nasihat sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab RA yang berbunyi, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (kelak di akhirat), dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang.” Nasihat tersebut menjadi pengingat bagi setiap muslim agar selalu mengevaluasi amal ibadah maupun kesalahan yang dilakukan selama hidup di dunia.
Ustadz Suroto menjelaskan bahwa konsep muhasabah juga memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surah Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan setiap orang untuk memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.
“Evaluasi diri dapat dilakukan setiap hari, misalnya dengan merenungkan perbuatan yang dilakukan oleh mata, lisan, maupun hati sebelum tidur. Dari situ seseorang dapat menilai apakah amal kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan amal. Jika menemukan kekurangan atau kesalahan dalam diri, hendaknya segera bertaubat dan memperbaiki diri. Sebaliknya, apabila menemukan kebaikan, maka patut disyukuri dan terus ditingkatkan.
Menurutnya, kebiasaan bermuhasabah akan membantu seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak, lebih mudah menyadari kesalahan, serta terdorong untuk segera bertaubat sebelum datangnya ajal. Selain itu, muhasabah juga menjadi sarana untuk menghindari “kebangkrutan” di akhirat akibat perbuatan zalim terhadap sesama manusia yang dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan.
“Kehidupan dunia hanyalah tempat menanam amal sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal. Karena itu, setiap muslim harus mampu memanfaatkan waktu dan rezeki yang diberikan Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Suroto juga mengingatkan pentingnya mengamalkan kandungan Surah Al-Qashash ayat 77 yang mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ayat tersebut menjadi pedoman hidup agar manusia menggunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk berbuat kebaikan, meraih kebahagiaan akhirat, serta menjauhi sifat sombong dan kerusakan di muka bumi.
Melalui kajian rutin semacam ini, diharapkan jamaah semakin memahami ajaran Islam secara mendalam, memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. (Begug SW)

0 Komentar