![]() |
| Rihlah Edukatif TPQ Al-Falah dan Aisyah: Perkuat Karakter Santri Melalui Outbond di Anava Tlatar Boyolali |
Sebanyak 79 santri mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi 16 asatidz, sejumlah orang tua, serta 11 remaja masjid yang turut berperan sebagai pendamping. Koordinator kegiatan, Ustadz Mulato, menyampaikan bahwa rihlah ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif dan aplikatif.
“Melalui kegiatan outbond ini, santri tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan langsung pengalaman yang melatih keberanian, kemandirian, dan kerja sama,” ujarnya.
Beragam aktivitas menarik disuguhkan di Anava Tlatar, mulai dari flying fox, meniti tali, labirin, hingga kegiatan edukatif seperti menanam padi, memberi makan ikan, dan memandikan kerbau. Selain itu, santri juga menikmati permainan air seperti mandi bola di sungai dan berenang yang menambah keceriaan suasana.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga mengandung nilai edukatif yang kuat. Setiap permainan dirancang untuk melatih keseimbangan, ketangkasan, serta kemampuan santri dalam mengendalikan diri dan menghadapi tantangan.
![]() |
| Rihlah Edukatif TPQ Al-Falah dan Aisyah: Perkuat Karakter Santri Melalui Outbond di Anava Tlatar Boyolali |
Dukungan penuh juga diberikan oleh Takmir Masjid Al-Falah. Ketua Takmir, Ir. H. Rudy Setyohadi, melalui perwakilannya Imron MA, Nanda, dan Putri, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan. Sebelum keberangkatan, panitia terlebih dahulu melakukan pengecekan dan absensi guna memastikan seluruh peserta dalam kondisi siap dan aman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri mampu mengembangkan sikap disiplin, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempererat kebersamaan antar sesama. Selain itu, pengalaman belajar di luar kelas ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru dalam mempelajari Al-Qur’an.
Rihlah edukatif TPQ Masjid Al-Falah dan TPQ Aisyah menjadi contoh nyata pembelajaran berbasis pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dengan memadukan nilai religi, edukasi, dan rekreasi, kegiatan ini tidak hanya membentuk santri yang cerdas secara spiritual, tetapi juga tangguh dan berkarakter dalam kehidupan sehari-hari. (Begug SW)


0 Komentar