![]() |
| Kajian Ba’da Magrib di Sukoharjo Kupas Makna Kurban dan Pentingnya Bersyukur |
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi jamaah untuk menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antarumat. Selain itu, kajian rutin dinilai mampu menghadirkan ketenangan jiwa dan menjadi ruang mencari solusi atas berbagai persoalan kehidupan.
Dalam tausiyahnya, Suroto menyampaikan materi bertema “Kurban” yang membahas pengertian, waktu pelaksanaan, syariat, hakikat, hingga pentingnya bersyukur sebagai manusia.
Menurutnya, secara bahasa kurban berarti mendekatkan diri, sedangkan secara syariat dimaknai sebagai penyembelihan hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah kepada Allah SWT.
“Pelaksanaan kurban memiliki waktu yang terbatas, yakni setelah Salat Iduladha pada 10 Dzulhijjah hingga sebelum matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijjah atau selama Hari Tasyrik,” jelasnya di hadapan jamaah.
Ia menerangkan, terdapat sejumlah syarat utama agar ibadah kurban sah, di antaranya jenis hewan yang diperbolehkan seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba yang telah memenuhi usia tertentu.
“Kambing minimal berusia satu tahun, sapi dua tahun, dan unta lima tahun. Selain itu hewan harus sehat dan tidak memiliki cacat yang jelas seperti buta, sakit parah, pincang, atau terlalu kurus,” paparnya.
Dalam kajian tersebut juga dijelaskan mengenai pembagian daging kurban yang dianjurkan, yakni sepertiga untuk keluarga yang berkurban, sepertiga untuk kerabat dan tetangga, serta sepertiga untuk fakir miskin.
“Namun jika kondisi masyarakat membutuhkan, pembagian kepada fakir miskin boleh lebih banyak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ustaz Suroto menegaskan bahwa hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Ia mengutip firman Allah bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan hamba-Nya.
Menurutnya, terdapat tiga makna utama dalam ibadah kurban, yakni meneladani ketundukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terhadap perintah Allah, melatih keikhlasan dan ketakwaan, serta membangun kepedulian sosial melalui berbagi kepada sesama.
“Kurban mengajarkan kita untuk rela mengorbankan harta, waktu, dan ego demi ketaatan kepada Allah serta berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada akhir kajian, jamaah juga diajak untuk senantiasa bersyukur karena telah dipilih Allah menjadi manusia yang diberi akal, rezeki, dan kesempatan beribadah.
“Kurban adalah salah satu bentuk rasa syukur. Bersyukur dengan harta, dengan tenaga, dan juga dengan hati yang tidak kikir serta yakin Allah akan mengganti dengan kebaikan,” pungkasnya. (Begug SW)

0 Komentar