Bekal Taqwa dan Menjaga Sunah Nabi Jadi Tema Kajian Ahad Sore di Sukoharjo

Bekal Taqwa dan Menjaga Sunah Nabi Jadi Tema Kajian Ahad Sore di Sukoharjo
Sukoharjo, mitrapolrinews.com – Kajian rutin Ahad sore ba’da Magrib kembali digelar di Masjid Al-Falah Madyorejo, RT 01 RW 07, Jetis, Sukoharjo, pada Ahad (12/04/2026). Kegiatan keagamaan ini diikuti jamaah setempat dengan penuh khidmat sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan pemahaman keislaman di tengah masyarakat.

Selepas salat Magrib, Ketua Takmir Masjid Al-Falah Madyorejo, Ir. H. Rudy Setyohadi, melalui Seksi Bidang Dakwah dan Pendidikan, Muh. Anis, S.Pd., membuka kegiatan kajian. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kajian Ahad sore ini menjadi agenda rutin yang bertujuan menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri Ustadz Abu Yusuf yang membawakan tema “Bekal Taqwa dan Menjaga Sunah-Sunah Nabi”. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat dengan memperkuat ketakwaan serta meneladani kehidupan Rasulullah SAW sebagai pedoman utama.

Menurutnya, takwa merupakan bekal terbaik dalam kehidupan. Hakikat takwa tidak hanya sebatas ketaatan lahiriah, tetapi juga mencakup ketaatan batiniah kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun di tengah keramaian. “Takwa adalah bekal utama menuju akhirat, sekaligus menjadi perisai dari siksa api neraka serta benteng dari berbagai bentuk syubhat di dunia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan ketakwaan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti memperkuat keimanan, meningkatkan kesabaran, memperbanyak ibadah wajib maupun sunah, memperbanyak istighfar, serta gemar bersedekah.

Lebih lanjut, Ustadz Abu Yusuf menguraikan pentingnya menjaga dan mengamalkan sunah Nabi sebagai bentuk nyata dari ketakwaan. Menurutnya, seluruh perilaku Nabi Muhammad SAW bersumber dari wahyu, sehingga menjadikannya sebagai pedoman hidup yang sempurna. “Mengamalkan sunah Nabi tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam adab dan akhlak sehari-hari, baik dalam hal kecil maupun besar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa mengikuti sunah Nabi merupakan kunci untuk meraih cinta dan ampunan Allah SWT. Selain itu, sunah Nabi tetap relevan di segala zaman, termasuk di era modern saat ini, sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam tausiyahnya, ia juga menyampaikan lima langkah menuju ketakwaan, yakni mu’ahadah (mengingat perjanjian dengan Allah), muraqabah (merasa diawasi oleh Allah), muhasabah (evaluasi diri), mu’aqobah (memberi sanksi pada diri saat lalai), serta mujahadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah).

Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa ketakwaan sejati tidak dapat dipisahkan dari upaya untuk terus mempelajari dan mengamalkan sunah-sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kajian Ahad sore ini diharapkan dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai sarana pembinaan spiritual masyarakat, sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. (Begug. Sw)

0 Komentar