Wonogiri, infosmk.com – Sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat membuahkan hasil nyata melalui program pembinaan khusus bagi sejumlah pelajar yang terjerat kasus kenakalan remaja. Program tersebut berlangsung selama tujuh hari, sejak 1 hingga 7 September 2025, dengan pendekatan humanis, persuasif, dan religius.
Sinergi Pemerintah, Aparat, dan Masyarakat Wujudkan Restorative Justice di Wonogiri
“Ini pengalaman berharga agar tidak terulang kembali. Anak-anak ini adalah generasi penerus. Kita semua punya tanggung jawab membimbing mereka menuju masa depan, terutama menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar salah satu pimpinan Forkopimda Wonogiri.
Plt. Kajari Wonogiri, Tjut Zelvira Nofani, menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan pasca restorative justice. “Forkopimda Wonogiri sangat solid. Pembinaan pasca restorative justice penting untuk memberi efek jera sekaligus mencegah stigma negatif di sekolah maupun lingkungan. Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari para orang tua. Salah seorang wali menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Polri dan Forkopimda, sekaligus berkomitmen lebih tegas dalam membimbing anaknya. “Mohon doa restu, semoga anak-anak kami bisa berubah lebih baik dan meraih cita-citanya,” ucapnya.
Para peserta pun menunjukkan penyesalan. Salah satunya, AAS, menyatakan tekad untuk berubah. “Kami menyesal atas perbuatan kami. Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan siap menjadi duta anti anarki,” tegasnya.
Selama program karantina, peserta menjalani kegiatan terstruktur mulai dari ibadah, olahraga, belajar, hingga aksi sosial. Kepala Dinsos Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, menekankan bahwa pembinaan ini tidak hanya soal kedisiplinan, tetapi juga membangun tanggung jawab sosial. “Tujuannya menumbuhkan karakter positif dan rasa percaya diri agar anak-anak bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” jelasnya.
Program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja di Wonogiri.
0 Komentar