![]() |
| Dinkes Ponorogo Bekali Pramuka Saka Bakti Husada Keterampilan Praktis Bidang Kesehatan |
Sebanyak 74 pamong atau pembina Pramuka mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas 12 kepala puskesmas dan 32 perwakilan puskesmas yang siap menularkan keterampilan praktis kesehatan kepada anggota Pramuka binaannya.
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningati, menjelaskan bahwa ini adalah kali pertama pihaknya menggelar kursus mahir dasar untuk Saka Bakti Husada. Para pamong mendapatkan materi seputar lingkungan sehat, keluarga sehat, penanggulangan penyakit, gizi, obat-obatan, hingga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Harapannya, anggota Pramuka Saka Bakti Husada akan menjadi kader kesehatan yang tangguh, siap mengedukasi, sekaligus mempelopori gerakan hidup sehat di masyarakat,” ujar Dyah Ayu, Jumat (12/9/2025).
Sejak resmi terbentuk pada 1 Agustus 2024, Saka Bakti Husada telah memiliki 21 pangkalan di seluruh kecamatan di Ponorogo. Peran para pamong hasil kursus ini dinilai sangat penting untuk memperkuat fondasi dan arah pembinaan anggota.
Apresiasi juga datang dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Menurutnya, inisiatif Dinkes membentuk Saka Bakti Husada sekaligus menggelar kursus mahir dasar menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran kesehatan generasi muda.
“Saya awalnya mengira ini hanya acara biasa, tetapi ternyata materinya sangat relevan dan penting. Mulai dari penyakit tidak menular hingga sanitasi berbasis masyarakat, semua bisa jadi bekal untuk anak-anak kita,” tutur Kang Giri –sapaan akrabnya.
Lebih jauh, Kang Giri menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan siap menghadapi tantangan zaman. Ia meyakini anggota Pramuka Saka Bakti Husada akan berperan sebagai edukator kesehatan dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“Mereka bukan hanya kader kesehatan di sekolah atau puskesmas, tetapi juga motor penggerak masyarakat untuk hidup sehat dan mendukung program kesehatan daerah,” pungkasnya.

0 Komentar