Dari Literasi ke Digitalisasi: Slogoretno Menuju Desa Cerdas Berdaya Saing Nasional

Dari Literasi ke Digitalisasi: Slogoretno Menuju Desa Cerdas Berdaya Saing Nasional
Slogoretno, mitrapolrinews.com - Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, berhasil masuk dalam 15 besar Lomba Desa Digital Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi ini menjadikan Slogoretno sebagai satu-satunya desa dari Kabupaten Wonogiri yang lolos ke tahap verifikasi lapangan dari total 117 peserta se-Indonesia.

Pada hari ini, tim verifikasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan kunjungan langsung ke Desa Slogoretno untuk melakukan penilaian lapangan. Verifikasi ini merupakan tahapan penting sebelum menentukan 10 desa terbaik yang akan melaju ke babak presentasi nasional.

Kunjungan tim disambut oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Wonogiri, Joko Purwadyatmoko, beserta tim, Camat Jatipurno, dan jajaran perangkat desa. Verifikasi tidak hanya sebatas administrasi, namun juga mencakup peninjauan langsung terhadap pemanfaatan teknologi digital di berbagai aspek kehidupan desa.

Tim menyoroti implementasi pilar masyarakat cerdas dengan mengunjungi SDN 2 Slogoretno, tempat para siswa aktif menggunakan aplikasi Perpustakaan Digital Retno Ilmu. Respons positif dan semangat belajar berbasis teknologi dari para siswa menjadi catatan penting dalam penilaian.

Selain itu, aspek digitalisasi ekonomi desa juga menjadi perhatian. Tim verifikasi melihat langsung aktivitas sejumlah pelaku UMKM lokal yang telah memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan penjualan produk mereka secara lebih luas.

Pilar ketiga yang turut diverifikasi adalah layanan administrasi kependudukan berbasis digital. Tingginya capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Slogoretno menunjukkan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam layanan publik digital.

Kepala Desa Slogoretno, Suparmanto, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan proses panjang. “Kami memulai dari Program Kampung Literasi (2020), dilanjutkan Kampung Digital Gradasi (2021), dan **Desa Cerdas (2023–2024). Semua tahapan itu membentuk pondasi menuju desa digital yang berdaya saing nasional,” ujarnya.

Dari 15 desa yang diverifikasi, hanya 10 terbaik yang akan melaju ke tahap presentasi nasional. Di akhir lomba, enam desa digital terbaik akan menerima penghargaan bergengsi dari Kemendes PDTT.

Langkah Slogoretno menuju panggung nasional kini tinggal selangkah lagi. Apakah desa ini mampu mengukir sejarah sebagai salah satu desa digital terbaik Indonesia tahun 2025? Warga dan seluruh masyarakat Wonogiri menanti dengan optimisme. (YS)

 

0 Komentar