Wonogiri, mitrapolrinews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonogiri selama beberapa jam pada Senin sore (12/5/2025) kembali memicu bencana alam. Kali ini, tanah longsor terjadi di Kecamatan Kismantoro dan menyebabkan kerusakan di sejumlah titik. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sepuluh titik longsor yang tersebar di empat desa, yakni Desa Pucung, Desa Miri, Desa Lemahbang, dan Desa Plosorejo.
Tanggap Bencana, Danramil Kismantoro Pimpin Karya Bakti di Lokasi Tanah Longsor
Merespons bencana tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 20/Kismantoro Kapten Inf Budi Utama bersama jajaran Babinsa langsung terjun ke lokasi. Dengan sigap, ia memimpin kegiatan karya bakti pembersihan material longsor pada Selasa pagi (13/5/2025), yang dipusatkan di Desa Pucung sebagai salah satu lokasi terdampak terparah. Kegiatan ini melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polsek Kismantoro, Pemerintah Kecamatan, relawan, serta warga setempat yang secara bahu membahu membersihkan puing-puing dan tanah longsoran yang menutup jalan dan mengancam pemukiman.
Kapten Inf Budi Utama menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi selama kurang lebih tiga jam menyebabkan tanah di beberapa lereng tebing tidak mampu menahan air, sehingga terjadilah longsor. "Tanah yang labil dan curah hujan tinggi menjadi kombinasi yang berbahaya, terutama di daerah perbukitan seperti Kismantoro," ungkapnya. Ia menambahkan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Beberapa akses jalan desa sempat tertutup total oleh material longsoran dan pohon tumbang, sehingga menghambat aktivitas warga.
Kegiatan karya bakti yang dipimpin oleh Danramil tersebut tidak hanya fokus pada evakuasi material longsor, tetapi juga menjadi ajang koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kondisi darurat. Aparat TNI, Polri, dan instansi pemerintahan daerah bersinergi untuk memastikan keselamatan dan pemulihan lingkungan pascabencana. Warga pun menyambut baik kehadiran aparat, dan secara sukarela bergabung dalam proses pembersihan.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, dalam keterangannya di tempat terpisah, memberikan apresiasi atas gerak cepat seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut. Ia menilai, kecepatan respon merupakan bentuk nyata dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat. Melalui aksi tanggap darurat seperti ini, kita hadir bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat," tegas Letkol Edi Ristriyono.
Dandim juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana serupa, mengingat musim penghujan masih berlangsung. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng perbukitan atau dekat dengan daerah aliran sungai. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, segera laporkan potensi bahaya ke pihak terkait agar bisa diantisipasi lebih awal,” pungkasnya.
Kegiatan karya bakti ini menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di tengah situasi darurat, kebersamaan dan solidaritas menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan alam serta membangun ketangguhan masyarakat. (Pendim 0728/Wng)
0 Komentar