Pohon Tumbang di Alun-Alun Karanganyar: Satu Tewas, Dua Luka, Pemerintah dan Relawan Bergerak Cepat

Pohon Tumbang di Alun-Alun Karanganyar: Satu Tewas, Dua Luka, Pemerintah dan Relawan Bergerak Cepat
Karanganyar, mitrapolrinews.com – Duka menyelimuti Plaza Alun-Alun Karanganyar usai insiden tragis yang terjadi pada Jumat sore (21/3/2025), ketika sebuah pohon Trembesi tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Tiga orang warga menjadi korban dalam peristiwa ini; satu di antaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami patah tulang.  

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta relawan dari Senkom SAR Karanganyar langsung turun ke lokasi pada Sabtu pagi (22/3). Kegiatan pembersihan sisa pohon tumbang dan pemangkasan ranting di sekitar area dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, memimpin langsung aksi gotong royong tersebut. Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga keselamatan warga.  "Hari ini kita bersinergi, berkolaborasi, dan bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang serta memangkas ranting-ranting pohon lainnya agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Bupati Rober.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem pada hari kejadian menyebabkan 11 pohon tumbang di berbagai kecamatan. Namun, insiden di Alun-Alun Karanganyar menjadi yang paling fatal. "Tercatat ada 11 titik pohon tumbang di berbagai kecamatan. Kejadian di Alun-Alun Karanganyar menimpa tiga warga, mengakibatkan dua korban mengalami patah tulang dan satu korban meninggal dunia," terang Hendro saat ditemui di RSUD Karanganyar.

Adapun identitas korban dalam peristiwa ini adalah sebagai berikut:
  • CBA (23) – Meninggal dunia di RSUD Karanganyar.

  • DPK (23) – Mengalami patah tulang kaki.

  • AS (29) – Mengalami patah tulang kaki kiri.

Ketiganya sempat dilarikan ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa CBA tidak berhasil diselamatkan. Ketua Senkom Karanganyar, H. Joko Sutrisno, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia juga menyatakan komitmen Senkom untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana di wilayah Karanganyar. "Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Senkom akan selalu bersinergi dengan stakeholder terkait dalam menangani permasalahan kebencanaan di daerah," ujar Joko.

BPBD Karanganyar pun mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama dalam masa peralihan musim yang tengah berlangsung. Berdasarkan data dari BMKG, wilayah Karanganyar masih berisiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. "Kami meminta warga untuk berhati-hati saat hujan deras dan angin kencang terjadi. Hindari berteduh di bawah pohon besar atau struktur yang berisiko roboh," kata Hendro mengingatkan.

Pemerintah daerah berharap dengan upaya mitigasi yang lebih optimal dan kerja sama lintas instansi, kejadian serupa dapat dicegah. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan para korban luka segera mendapatkan kesembuhan. (Ghoni)

0 Komentar